Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Ketua PBNU Menyayangkan Jenazah yang Dipindahkan Gegara Beda Pilihan Politik

Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), H Robikin Emhas.
banner 468x60

“Kalau tidak dihentikan, hal seperti ini dapat merusak kohesivitas sosial dan harmoni masyarakat,”

BaskomNews.com – Hanya karena beda pilihan calon anggota legislatif (Caleg), pemilik tanah kuburan di Gorontalo memindahkan jenazah yang sudah dikebumikan.

Kejadian tersebut membuat Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas sangat menyayangkan kabar tersebut karena telah mengoyak rasa kemanusiaan.

banner 336x280

“Betapa tidak, politik yang seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan, justru mematikan rasa kemanusiaan itu sendiri,” kata Robikin dalam pernyataan tertulis diterima di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Peristiwa itu, menurut Robikin, menunjukkan kalau politik hanya dipahami sebagai sarana mendapatkan kekuasaan, tidak penting bagaimana cara meraihnya.

Kesan penghalalan segala cara dalam meraih kekuasaan politik tidak hanya terjadi dalam perebutan kursi legislatif sebagaimana kasus pemindahan jenazah ke kuburan lain yang terjadi di Gorontalo, melainkan juga dalam Pilpres.

Contoh, kata Robikin, politisasi agama, penggunaan berita palsu dan hoaks sebagai mesin elektoral. Cara-cara seperti itu seakan tak peduli dengan dampak yang ditimbulkan.

Hubungan kekerabatan pecah, persahabatan retak, tetangga dikategorikan sebagai lawan. Semua disandarkan satu hal, yakni kesamaan pilihan politik.

“Kalau tidak dihentikan, hal seperti ini dapat merusak kohesivitas sosial dan harmoni masyarakat. Ujungnya, ketahanan sosial dan persatuan serta kesatuan bangsa menjadi taruhannya,” kata Robikin.

Sebagai pesta demokrasi pemilu, masih dikatakan Robikin, seharusnya menjadi kegembiraan nasional. Layaknya pesta yang tak perlu ada satu pun gelas pecah.

“Semoga peristiwa memilukan pemindahan kuburan akibat beda pilihan politik di Gorontalo menjadi satu-satunya kejadian dan tak terulang di kemudian hari. Toh, politik adalah sarana pemanusiaan manusia,” tandasnya. (ant/red)

banner 336x280