Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Nini Pinah, Di Usia Uzurnya Masih Berjuang untuk Hidup, Tinggal di Rumah Reyot di Rawamerta

banner 468x60

“Nini mah sendirian saja. Anak tidak punya, saudara tidak ada”

BaskomNews.com – Seorang nenek berusia uzur, hidup sendirian di sebuah rumah (maap) reyot, yang jauh dari kata layak huni, di Dusun Krajan RT 001/001 Desa Pasirawi Kecamatan Rawamerta, Karawang.

Miris memang. betapa tidak, masa tua yang semestinya bisa dijalaninya dengan tenang, bersama anak-anak dan keluarga, tanpa harus memikirkan soal biaya kebutuhan hidup, malah sebaliknya. Si nenek, yang dikenal warga dengan nama Nini Pinah itu, malah mesti berjuang sendiri di sisa hidupnya, untuk bertahan hidup.

banner 336x280

“Nini mah sendirian saja. Anak tidak punya, saudara tidak ada,” ujarnya, saat BaskomNews.com, menemuinya di rumahnya, siang tadi, Minggu (24/6/2018).

Nini Pinah mengaku sudah puluhan tahun tinggal di rumahnya itu. Awalnya, di rumahnya itu dia tinggal bersama suaminya. Dari pernikahannya itu, Nini Pinah tidak memiliki anak. Dan setelah suaminya meninggal beberapa tahun silam, diapun menjalani kehidupan seorang diri.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia bekerja serabutan, termasuk menjadi kuli tandur. Dan di usianyanya yang sudah uzur ini, dia masih tetap berjuang, meski kerja serabutan yang dijalaninya tidak sekeras dulu.

“Sekarang mah yang ringan-ringan saja. Tapi juga warga sini suka ngasih bantuan,” ucapnya.

Di benaknya, tersirat ada keinginan untuk menjalani hidup dengan tenang, tinggal di rumah yang layak huni. Namun apa daya, jangankan untuk memperbaiki rumahnya, untuk kebutuhan makan saja, sulit dia dapatkan.

“Ya kalau hujan suka takut. Jangan-jangan ambruk rumah nini,” katanya.

Kabar soal Nini Pinah pun kemudian sampai ke komunitas penggiat sosial, Karyawan Toyota Peduli (KTP). Respon cepat pun dilakukan, dengan mengirimkan relawannya ke tempat Nini Pinah, Minggu (24/6/2018).

“Yang kami lakukan, pertama, assasment kondisi yang ada, tentang perizinan, mulai dari keberadaan lahan yang digunakan tempat tinggal oleh Nini Pinah. Kalau masih ada keluarganya, kita akan melakukan diskusi dengan keluarganya, mau gak dievakuasi ke panti,” ujar Ketua KTP, Asep Mulyana.

Apabila tidak mau, sambung dia, pihaknya akan mengupayakan untuk merehab sedikit rumahnya, agar bisa layak huni. “Kemudian kita juga akan memberi bekal buat makan minumal 1 bulan, untuk Nini Pinah,” kata Asep. (SiD)

banner 336x280