Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut, DPP Ormas GARDA Pangkal Perjuangan Angkat Bicara!

Emay Ahmad Maehi.
banner 468x60

BaskomNews.com – Dewan Pimpinan Pusat Ormas GARDA Pangkal Perjuangan angkat bicara terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser di Kabupaten Garut, dalam kesempatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Limbangan, Senin (22/10) pagi.

Berikut adalah pernyataan sikap yang dirilis DPP Ormas GARDA Pangkal Perjuangan :

banner 336x280

Terhadap insiden pembakaran bendera HTI di acara apel HSN nasional oleh teman-teman Banser Pengurus Cabang Garut, kami merasa perlu untuk memberikan pandangannya.

  1. Peristiwa ini harus diselesaikan dengan berbagai dimensinya. Baik secara Politik, Sosial dan Hukum.
  2. Secara politik pemerintah segera mengambil langkah strategis. Karena tugasnya tidak hanya mengeluarkan keputusan pelarangan, lebih dari itu mensosialisakan kepada masyarakat melalui institusinya agar membuat batasan dan keputusan yang membedakan mana sikap politik dan bagaimana masyarakat diberi pemahaman budaya terhadap simbol organisasi yang melekat dan terus hidup mengikuti dinamika budaya.
  3. Meminta kepada sikap org per org untuk tidak mempropaganda dgn membawa atribut tersebut dgn tujuan tertentu sehingga memancing protes bahkan kemarahan pihak lain.
  4. Kepada teman-teman Ansor dan Banser termasuk warga Nahdlotul Ulama, apabila hendak melakukan penertiban bersinergi dengan pihak-pihak terkait, aparatur, Ormas lain, LSM dan sejenisnya.
  5. Apabila pembakaran itu sebagai wujud penyelamatan kalimat tauhid, karena khawatir terinjak, terjatuh ke selokan, semestinya meminta fatwa kepada Syuriyah sebagai pemegang kendali tindakan warga Nahdlotul Ulama.

Demikian press reales ini dibuat sebagai wujud kecintaan kepada bangsa dan negara. DPP Ormas GARDA Pangkal Perjuangan bermarkas di Kabupaten Karawang.

Ditulis : Emay Ahmad Maehi

(rls)

banner 336x280