Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Banyak Ulat dan Kutu, Warga Bantar Jaya Kembalikan Beras BNPT

Inilah kualitas beras BPNT yang diterima warga Bantar Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Jawa Barat,.
banner 468x60

“Harapan kita dapat beras yang lebih baik, masa dapet yang kaya gini. Disamain sama bebek kita. Mending dapet uang tunai kita beli sendiri,”

BaskomNews.com – Warga Desa Bantar Jaya mengembalikan satu karung beras 10 kilogram yang didapat melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementerian Sosial ke Kantor Desa Bantar Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Jumat (25/1/2019).

Mereka mengeluhkan kualitas beras yang buruk, beras berbau dan banyak kutu. Banyak butiran beras yang pecah, sehingga mereka menganggap beras itu tak layak konsumsi.

banner 336x280

Arus protes dari warga semakin deras menjelang siang. Kepala Desa setempat kemudian memanggil koordinator dan pendamping program itu untuk menjelaskan kualitas beras yang diterima masyarakat dengan disaksikan pihak kepolisian.

Marlina, warga RT 03/07, Dusun II mengatakan, beras yang ia dapat banyak ulat dan kutu. “Gak bagus ini, pera, enggak ena, gak layak konsumsi,” katanya, sambil menunjukan beras yang di terimanya pada Kamis lalu (24/01/2019).

“Sebenarnya banyak ibu-ibu bawa beras ke saya, cuma saya bawa cuma satu ini, perwakilan. Semua sama kaya gini. Tidak layak, tidak sesuai (nilai bantuan), Rp 110 rebu masa kaya gini, desa lain mah bagus,” timpal Marlina.

Menurut Marlina, beras yang didapat warga desa di lain jauh lebih baik dibandingkan yang ia terima. Beberapa tetangga yang telanjur memasak beras itu bahkan tak menyentuhnya sama sekali.

“Harapan kita dapat beras yang lebih baik, masa dapet yang kaya gini. Disamain sama bebek kita. Mending dapet uang tunai kita beli sendiri,” katanya.

Abu Jihad Ubaidilah (Abuy), Kepala Desa Bantar Jaya mengaku akan meneruskan keluhan masyarakat dan mengomunikasikan hal itu kepada koordinator program BPNT.

“Kita juga enggak pernah dilibatkan. Pemerintah desa enggak tahu terkait masalah ini. Mereka udah kerja sama ke beberapa warung dan rekanan. Dinsos hanya minta data saja ke kita. Harapan kita ke depannya lebih baik,” tandasnya. (cr1)

banner 336x280