“Kita mengawali kegiatan pada 14 Juni 2016. Tapi mulai komitmen pada setiap activity mulai 20 Maret 2018,”
BaskomNews.com – Keren! Sebuah komunitas karyawan perusahaan swasta di Karawang melakukan kerja nyata dari rasa kepeduliannya dan niat ingin membangun masyarakat kabupaten tersebut. Mulai dari bidang sosial (membantu masyarakat kurang mampu, anak yatim dan orang tua jompo), alam dan lingkungan, pendidikan, kesejahteraan, hingga pertolongan pertama pada kecelakaan dan perawatan orang sakit.
Adalah Karyawan Toyota Peduli (KTP). Komunitas karyawan yang dari sejak pendiriannya, di tahun 2016, memfokuskan kegiatannya pada enam bidang. Yakni konservasi alam, pemberdayaan petani dan mayarakat, rescue dan emergency rescue dan emergency response team, education, lingkungan, serta charity & religi.
“Bidang konservasi alam, ada epat poin yang menjadi fokus kita. Yaitu pohon kelor, arboretum bambu, pohon gaharu dan pohon rasamala,” ujar Ketua KTP, Asep Mulyana, Senin (21/6/2018).
Konservasi Rasamala, lanjut dia, sudah dilakukannya sejak dua tahun lalu, yakni di puncak Sempur. “Kala itu kita mendirikan green camp. Dalam kegiatan itu, satu orang karyawan Toyota mendonasikan satu pohon,” lanjutnya.

Untuk konservasi Kelor, jelas dia, sudah dilakukannya di Cilele. Dan hasilnya memuaskan. “Target kami dari konservasi Kelor ini, adalah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk hidup sehat tanpa obat kimia,” ucapnya.
Nantinya, kata dia, setiap rumah akan ditanami Kelor, kemudian diedukasi tentang penanaman, perawatan, penggunaan hingga nilai ekonomisnya.

“Endingnya, ya nilai ekonomis. Jadi stelah satu tahun berjalan, kita akan memberangkatkan beberapa warga untuk belajar ke Blora terkait pemanfaatan Kelor menjadi bernilai ekonomis. Nantinya, mereka akan bisa membuat produk sendiri dari Kelor,” katanya.
Untuk Arboretum Bambu, papar dia, tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan Karawang sebagai sentra bambu. “Itu sudah kita lakukan di Citarum. Nanti akan kembali melakukan tanam massal di kawasan Loji,” ujarnya.

Untuk bidang pemberdayaan petani dan masyarakat, terang Asep, ada empat poin yang menjadi fokus dari komunitasnya. Yakni panen beras organik, panen jeruk, pengolahan kelor dan kopi goenung.
“Untuk jeruk dan kopi sudah berjalan. Kita langsung memotong jalur tengkulak, dengan membeli langsung ke petani, tentunya dengan harga jauh lebih tinggi dari tengkulak,” ucapnya.
Bidang Rescue dan Emergency Response Team, ada lima poin. Yakni emergency response 119, trauma healing, pelayanan ambulance, offroad car rescue dan
dapur umum.
“Bidang Education, lima poin yang menjadi fokus kita. Yakni extra kulikuler pendidikan budaya industri ke SLTA, saka budaya teater, bea siswa, basic safety training masyarakat umum dan basic Fire fighting untuk ibu-ibu,” katanya.
Bidang lingkungan, lima poin yang menjadi bidikan. Yakni pemanfaatan panen air hujan, pengolahan limbah cair rumah tangga, komposter dan bank sampah, free energy untuk rumah tangga serta urban technology.
Bidang charity dan religi, kita melakukan pemberian santunan pada duafa dan yatim, pemberian makan siang gratis untuk pekerja kasar, orang tua asuh yatim piatu dan anak angkat jompo terlantar serta bantuan kemanusiaan bencana.
“Kita mengawali kegiatan pada 14 Juni 2016. Tapi mulai komitmen pada setiap activity mulai 20 Maret 2018,” tutup Asep. (SiD)






