“Bulan puasa kok masih ada yang jual miras. Bukannya keberadaan miras sudah dibersihkan jelang puasa?”
BaskomNews.com – Insiden berdarah di GOR Panatayudha Karawang, yang menewaskan seorang pemuda dari Rawamerta, Karawang, sesaat sebelum Shalat Idul Fitri, Jumat (15/6/2018) subuh, terjadi karena pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk, nantangin korban yang tengah bersama rekan-rekannya, nongkrong sambil minum minuman keras.
Dan fakta saat rekonstruksi, pelaku dan korban sama-sama mabuk. Atas peristiwa tersebut, warga mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut penjual mirasnya.
“Bulan puasa kok masih ada yang jual miras. Bukannya keberadaan miras sudah dibersihkan jelang puasa?” ujar Dadi, warga Pakuncen, yang ditemui di sekitar lokasi rekontruksi, saat kegiatan itu digelar, Jumat (22/6/2018), di kawasan GOR Panatayudha, Karawang.
Ungkapan senda juga ramai di media sosial Facebook. Beberapa netizen yang mengaku warga Karawang, mempertanyakan soal keberadaan miras yang dikonsumsi oleh korban dan pelaku.
“Harus diusutlah dari mana miras itu. Dimana mereka beli miras itu?” tulis sebuah akun, mengomentari berita baskomnews.com.
BACA: Lebaran, Geng Motor Ngamuk di GOR Panatayudha, 1 Tewas Tergorok Gergaji Es
Saat sesi wawancara usai rekonstruksi, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona, yang ditanya wartawan soal asal-usul miras tersebut, mengatakan, pihaknya masih menelusurinya.
BACA: Akhirnya…Pelaku Penggorokan di GOR Ketangkap!
“Menurut pengakuan kelompok korban, mereka membawa miras dari tempatnya (Rawamerta). Kita masih menelusurinya,” katanya.
BACA: Fakta Penggorokan di GOR: Orang Mabuk Vs Orang Mabuk
Pelaku merupakan warga Dipo Timur RT 003/024 Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat. Korbannya merupakan warga Kampung Sampora, Dusun Krajan I RT 001 RW 003, Desa Sukapura, Kecamatan Rawamerta, Karawang. (SiD)






