“Malam ini Nini Pinah menginap di rumah warga. Besok kami bersama warga akan membangunkan rumah semi permanen baru di lahan rumah Nini Pinah yang ambruk”
BaskomNews.com – Baru saja diberitakan, seorang nenek berusia uzur, hidup sebatang kara di Dusun Krajan RT 001/001 Desa Pasirawi Kecamatan Rawamerta, Karawang. Nenek yang dikenal warga dengan nama Nini Pinah itu, tinggal di sebuah rumah reyot (maap), yang jauh dari kata layak huni. Malam tadi, Minggu (24/6/2018), rumah si nenek ambruk.
Informasi yang dihimpun BaskomNews.com, rumah si nenek ambruk sekitar pukul 19.00 WIB. Beruntung, warga dan relawan dari Karyawan Toyota Peduli (KTP), saat itu berada di lokasi, tengah melakukan assasment.
“Malam ini Nini Pinah menginap di rumah warga. Besok kami bersama warga akan membangunkan rumah semi permanen baru di lahan rumah Nini Pinah yang ambruk,” ujar Ketua KTP, Asep Mulyana.
Dikatakan Asep, pihaknya dari awal memang sudah berencana untuk membangunkan rumah layak huni untuk Nini Pinah. “Tadi kami sudah melakukan musyawarah dengan warga dan pemerintah desa setempat, terkait rencana pembangunan rumah buat Nini Pinah. Kita sepakat, membangunkan rumah baru, dengan biaya urunan,” kata Asep.
Nini Pinah sudah lama hidup di rumah itu sendirian. Rumahnya, sudah sangat rapuh dan jauh dari kata layak huni. Suami dan anak semata wayangnya sudah meninggal dunia. Untuk hidup sehari-hari, Nini Pinah dibantu warga.
“Setelah selesai membangun rumah, kita juga akan memberi bekal buat makan minumal 1 bulan, untuk Nini Pinah,” kata Asep.
Seorang nenek berusia uzur, hidup sendirian di sebuah rumah (maap) reyot, yang jauh dari kata layak huni, di Dusun Krajan RT 001/001 Desa Pasirawi Kecamatan Rawamerta, Karawang.
Miris memang. betapa tidak, masa tua yang semestinya bisa dijalaninya dengan tenang, bersama anak-anak dan keluarga, tanpa harus memikirkan soal biaya kebutuhan hidup, malah sebaliknya. Si nenek, yang dikenal warga dengan nama Nini Pinah itu, malah mesti berjuang sendiri di sisa hidupnya, untuk bertahan hidup.
“Nini mah sendirian saja. Anak tidak punya, saudara tidak ada,” ujarnya, saat BaskomNews.com, menemuinya di rumahnya, siang tadi, Minggu (24/6/2018).
Nini Pinah mengaku sudah puluhan tahun tinggal di rumahnya itu. Awalnya, di rumahnya itu dia tinggal bersama suaminya. Nini Pinah punya anak semata wayang, tapi meninggal dunia. Dan setelah suaminya meninggal beberapa tahun silam, diapun menjalani kehidupan seorang diri.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia bekerja serabutan, termasuk menjadi kuli tandur. Dan di usianyanya yang sudah uzur ini, dia masih tetap berjuang, meski kerja serabutan yang dijalaninya tidak sekeras dulu.
“Sekarang mah yang ringan-ringan saja. Tapi juga warga sini suka ngasih bantuan,” ucapnya. (SiD)






