“Jadi mohon maaf, wajar jika figur Dedi Mulyadi ini lebih dikenal dan dicintai masyarakat Karawang dari pada Deddy Mizwar”
BaskomNews.com – Meskipun melalui hasil perhitungan cepat Paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) menang di Pilgub Jawa Barat, namun khususnya suara di Karawang, Paslon RINDU sendiri dikalahkan oleh Paslon Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM).
Menanggapi hal ini, Ketua Tim Kampanye Paslon RINDU di Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menyampaikan, jika hasil Pilgub Jawa Barat di Karawang tersebut sudah ia prediksi sebelumnya.
Karena menurut Kang Jimmy, yang namanya pemilihan Presiden, Gubernur, Walikota atau Bupati, peran figur calon sangat menentukan sekali. Dalam hal ini masyarakat Jawa Barat termasuk Karawang lebih memilih dan lebih senang dengan figurnya, sehingga terkadang partai politik diabaikan.
Misalnya, sambung Jimmy, meskipun PDI Perjuangan merupakan partai pemenang di Jawa Barat, tetapi tidak menjadi jaminan jika calon yang diusungnya di Pilgub Jawa Barat akan menang.
Termasuk kemenangan Kang Dedi Mulyadi di Karawang, kata Jimmy, ia mengaku sudah memprediksi sebelumnya. Karena dengan agenda gempungan (blusukan) yang kurang lebih hampir dua tahun dilakukan Dedi Mulyadi di Karawang, hal tersebut membuat Dedi Mulyadi banyak dikenal masyarakat Karawang.
“Jadi mohon maaf, wajar jika figur Dedi Mulyadi ini lebih dikenal dan dicintai masyarakat Karawang dari pada Deddy Mizwar,” tutur Kang Jimmy, Kamis (28/6/2018).
Bagaimana sebenarnya sosialisasi Paslon RINDU di Karawang selama ini?
Menanggapi pertanyaan tersebut, sebagai Ketua Tim Kampanye Paslon RINDU di Karawang, Kang Jimmy justru mengaku beruntung jika Paslon RINDU bisa mendapatkan suara 21 persen di Karawang. Karena seperti yang diketahuinya, Ridwan Kamil sendiri hanya melakukan blusukan sebanyak 2 kali di Karawang. Sehingga agenda blusukan tersebut berbeda jauh intensitasnya seperti yang dilakukan Dedi Mulyadi.
“Ya wajarlah, itu juga beruntung banget kalau Kang Ridwan Kamil dapat suara sekitar 21 persen di Karawang. Karena Kang Ridwan Kamil hanya datang ke Karawang cuma dua kali. Pertama ke rumah saya, kedua datang ke Telukjambe dan Rengasdengklok,” kata Kang Jimmy.
“Ya bandingkan saja dengan Kang Dedi Mulyadi yang notabene sudah dikenal oleh masyarakat Karawang, para kepala desa dan lain sebagainya,” timpal Kang Jimmy.
Bagaimana langkah Kang Jimmy ke depan yang katanya akan mencalonkan Bupati Karawang?
Menanggapi pertanyaan BaskomNews.com tersebut, Kang Jimmy kembali menjelaskan, jika niatannya tersebut masih menunggu hasil Pileg 2019. Jika saja kursi PKB di Karawang bertambah menjadi 8 kursi, Kang Jimmy mengaku akan “bismillah” untuk maju di Pilkada Karawang 2020 mendatang.
“Pemilihan bupati 2 tahun lagi. Itu mutlak nanti nunggu hasil 2019 saja (hasil Pileg). Dalam hal ini saya sebagai Ketua PKB, ya nanti nunggu hasil pileg. Kalau kursi PKB nya nambah, ya bismillah. Karena parameter sesungguhnya ya di 2019. Bukan hasil Pilgub Jawa Barat ini. Tapi saya optimis, insya Allah 2019 PKB bakal nambah jadi 8 kursi di Karawang, dari posisi sekarang 5 kursi,” pungkas Kang Jimmy.
Untuk diketahui, hasil Pilgub Jawa Barat di Karawang sendiri dimenangkan oleh Paslon 2DM, yaitu dengan perolehan 414.428 suara atau sekitar 40 persen. Kemudian disusul Paslon Asyik dengan 268.139 suara atau sekitar 26 persen. Selanjutnya disusul Paslon RINDU sebanyak 220.012 suara atau sekitar 21 persen. Terakhir Paslon Hasanah yang hanya bisa meraup 128.709 suara atau sekitar 12 persen. (Plz)






