“Dan sekarang, dengan tidak ada kejelasannya soal direksi itu, pelayanan dan kinerja PDAM Tirtatarum terganggu”
BaskomNews.com – Sudah lima bulan lewat dari tahap akhir seleksi direksi PDAM Tirtatarum, Karawang. Namun, hingga kini belum juga ada penetapan direksi itu. Padahal, saat gelar seleksi, Pemkab Karawang menggelontorkan anggaran untuk pembentukan panitia seleksi, plus honornya. Dan penetapan direksi PDAM Tirtatarum hasil seleksi tim yang konon independen itu, sepenuhnya di “di tangan” Bupati Karawang, Hj. Cellica Nurrachadiana, selaku ownernya.
Jelas, sikap bupati cantik ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan elemen masyarakatnya. Salah satunya, datang dari praktisi hukum, sekaligus tokoh masyarakat di Karawang, Asep Agustian, SH, MH. Pria yang akrab disapa Asep Kuncir atau Askun ini mengatakan, Bupati Cellica terlalu lama ber-istikharah. Padahal, keberadaan tim direksi itu sangat penting untuk roda managerial PDAM Tirtatarum.
“Dan sekarang, dengan tidak ada kejelasannya soal direksi itu, pelayanan dan kinerja PDAM Tirtatarum terganggu. Ini, berefek pada masyarakat, selaku konsumen dari PDAM Tirtatarum itu sendiri,” ujarnya, saat berbincang dengan BaskomNews.com, kemarin, Rabu (11/7/2018).
Ungkapan “Bupati Cellica terlalu lama istikharah” itu terlontar dari ucapan Askun lantaran menurutnya, sebelumnya dia sempat mendengar selintingan, kalau Bupati Cellica belum bisa menetapkan direksi PDAM hasil seleksi itu karena yang bersangkutan akan melakukan istikharah terlebih dulu.
“Kalau memang itu dilakukan, masa istikharah sampai lima bulan? Kemudian bagaimana dengan keberadaan tim seleksi yang keanggotaannya dari kalangan akademis dan profesional itu? Mereka sudah bekerja dan menentukan ‘pemenangnya’, tapi belum juga diputuskan oleh bupati, selaku bos PDAM,” lanjut Askun.
Jika Bupati Cellica melihat dan lebih mengutakan kepentingan masyarakat, tambah Askun, setelah mendapat hasil dari tim seleksi itu segera putuskan dan lantik pemenang dari lelang direksi itu.
“Biar apa? Ya biar para direksi baru hasil seleksi ini, mulai dari dirut, dirum dan dirtek, bisa langsung bekerja. Sehingga managemen PDAM Tirtatarum yang sekarang terkesan amburadul itu bisa segera dibenahi, dan efeknya pada kepuasan pelanggan, dalam hal ini masyarakat pengguna air bersih PDAM,” ujar Askun.
Imbas dari berlarutnya kekosongan direksi PDAM Tirtaturum tersebut, kata Askun, selain dari dalam managemennya, juga berefek pada produk PDAM, berupa air bersihnya itu sendiri. “Banyak masyarakat, yang merupakan pelanggan dari PDAM mengeluh, air dari krannya kotor dan keruh. Ada juga ang mengeluh, air di krannya keluarnya sedikit. Ini harusnya yang menjadi pemikiran bos PDAM. Dan dewas (dewan pengawas) PDAM, saya melihatnya terkesan diam,” kata Askun. (SiD)






