“Inget loh, pemimpin itu bukan hanya bupati atau wakil bupati. Para pejabat lain seperti kepala dinas, kabid, camat sampai dengan kepala desa juga disebut pemimpin dalam ajaran agama kita”
BaskomNews.com – Tanpa menggunakan APBD, persoalan masih banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masyarakat miskin, yatim piatu dan jompo di Karawang sebenarnya bisa selesai. Karena persoalan tersebut bisa disiasati dengan “zakat profesi” para pejabat Karawang.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy), saat berkesempatan melakukan silaturahmi kepada salah satu kediaman tokoh masyarakat di Kecamatan Klari, Kamis (19/7/2018).
Menurut Kang Jimmy (sapaan akrab), beberapa persoalan pembangunan Karawang seperti persoalan “kemanusiaan” semacam Rutilahu, bantuan anak yatim piatu dan jompo sebenarnya merupakan persoalan yang gampang diselesaikan. Jika saja para pejabat Karawang bisa mengikuti beberapa langkah kepedulian atas nilai-nilai kemanusiaan yang dilakukannya sejak dulu.
Kang Jimmy mencontohkan, jika zakat profesinya sebagai Wakil Bupati Karawang dalam setahun sekitar Rp 75 juta.
“Setelah saya hitung-hitung, ternyata zakat profesi saya dalam satu tahun 2,5 persennya berkisar Rp 75 juta. Kemudian saya genapkan menjadi Rp 80 juta. Dan dari zakat profesi itulah yang selama ini saya gunakan untuk membangun Rutilahu masyarakat miskin, bantuan yatim piatu dan jompo yang selama ini tidak tersentuh oleh APBD Karawang,” kata Kang Jimmy.
Jika saja teori kepemimpinan tersebut bisa dilakukan oleh seluruh pejabat yang ada di Karawang, kata Kang Jimmy, maka dirinya meyakini jika persoalan pembangunan yang berhubungan langsung dengan kemanusiaan di Karawang bisa segera teratasi.
“Inget loh, pemimpin itu bukan hanya bupati atau wakil bupati. Para pejabat lain seperti kepala dinas, kabid, camat sampai dengan kepala desa juga disebut pemimpin dalam ajaran agama kita. Kalau semua pejabat Karawang kompak melakukan apa yang saya lakukan selama ini, insya Allah persoalan Rutilahu, bantuan anak yatim piatu dan jompo tidak perlu lagi mengandalkan APBD,” kata Kang Jimmy.
“Itu baru saya hitung zakat profesi saja. Belum zakat-zakat yang lainnya, belum juga termasuk sedekah. Saya mencontohkan seperti ini dengan harapan bisa diikuti oleh semua para pejabat di Karawang. Agar kita semua bisa menjadi pemimpin yang adil bagi masyarakat. Karena salah satu kelompok manusia yang dirindukan Syurga-Nya Allah Ta’ala ya Imamun’adilun (pemimpin yang adil),” timpal kang Jimmy.(red)






