Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Mayat Supir Taksi Online Bekasi, Ditemukan di Sumedang

DITINGGAL AYAHNYA: Putra Alex yang harus kehilangan ayahnya karena tewas dibunuh.
banner 468x60

Korban yang meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak laki-laki berusia 1,5 tahun itu diduga merupakan korban pencurian dengan kekerasan. Mobil Daihatsu Xenia bernopol B-2256-TFY yang dikendarai Alex dibegal oleh pelaku.

BaskomNews.com – Malang betul nasib Soeharto (32), warga Kompleks Depsos, Blok 2 No.4, RT 2 RW 21, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, yang berprofesi sebagai sopir taksi online itu ditemukan tewas di lahan Perhutani Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (31/07/2018).

Alex, sapaan Soeharto diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh penumpangnya. Indrawan (52) mertua Alex, menceritakan menantunya mendapatkan orderan rute Bekasi, saat di dalam mobil ada negosiasi yang terjadi antara Alex dengan pelaku.

banner 336x280

“Saya dapat informasi dari rekannya Alex, Ihsan Kamil, katanya Alex menghubungi Ihsan. Alex cerita kalau penumpangnya ngajak ke Subang dengan negosiasi harga, harga sudah deal. Namun, saat di Subang, penumpang mengajak masuk penumpang lain ke dalam mobil. Nah, jam 6 sore, Alex bilang dia terjebak. Trus Alex kirim shareloc ke Ihsan,” ujar Indrawan kepada media, Kamis (02/8/2018).

Dari sanalah, kabar terakhir Alex terdengar. Alex dipastikan hilang kontak di wilayah Ciasem atau Pamanukan Subang. Sementara lahan perhutani yang jauh dan sepi dijadikan tempat pembuangan mayat korban untuk menghilangkan jejak pelaku.

Korban yang meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak laki-laki berusia 1,5 tahun itu diduga merupakan korban pencurian dengan kekerasan. Mobil Daihatsu Xenia bernopol B-2256-TFY yang dikendarai Alex dibegal oleh pelaku.

Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polres Sumedang. Polisi menduga penganiayaan terhadap Alex dilakukan di luar wilayah Sumedang. Sehingga, dalam pengembangan nantinya akan dikoordinasikan dengan Polda Metro dan Polda Jabar.

Indrawan berharap, kepolisian dapat segera menemukan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.

“Saya berharap diberikan hukuman seberat-beratnya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, dan mudah-mudahan cepat ketangkep agar tidak ada lagi korban atas kejahatannya,” pungkas Indrawan, yang masih nampak terpukul atas kejadian yang menimpa menantunya itu.  (cid)

banner 336x280