Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Soal Atlasindo, Paguyuban Sundawani Wirabuana Tagih Janji Bupati

Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana menagih janji Bupati Karawang untuk segera menutup PT. Atlasindo. (Edit BaskomNews.com)
banner 468x60

“Pada tanggal 9 Mei 2018 yang lalu, Bupati menandatangani kesepakatan untuk menutup perusahaan pertambangan tersebut. Kehadiran kami hari ini untuk mempertanyakan janji tersebut.”

BaskomNews.com – Ratusan massa Paguyuban Sundawani Wirabuana, Rabu (2/8/18) siang menggelar aksi damai di depan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD Paguyuban Sundawani Wirabuana Kabupaten Karawang, Agus Sulaeman tersebut adalah untuk mempertanyakan janji Bupati Karawang Hj. Cellica Nurrachadianna atas pernyataan sikapnya yang menjanjikan akan segara menutup PT. Atlasindo.

banner 336x280

“Pada tanggal 9 Mei 2018 yang lalu, Bupati menandatangani kesepakatan untuk menutup perusahaan pertambangan tersebut. Dan surat pernyataan itu ditandatangani dihadapan kami semua, bahwa beliau akan menutup Atlasindo, dan kehadiran kami disini hari ini untuk mempertanyakan janji tersebut,” tandasnya.

Dikatakan Agus, meski mereka diterima dengan baik oleh Asisten Daerah I Pemerintahan, Samsuri, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan. Namun hal itu belum memuaskan pihaknya.

AUDIENSI: Perwakilan Paguyuban Sundawani Wirabuana saat beraudiensi dengan Pemkab Karawang

“Terus terang pertemuan kali ini kami belum puas, karena belum ada eksyen langsung sesuai yang dijanjikan Bupati Karawang,” ujarnya kecewa.

Menurutnya, dari hasil pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Karawang, Hasilnya hanya janji yang diberikan. Saat ini, Pemkab belum dapat secara tegas menutup Atlasindo. Dan hanya menjanjikan untuk satu minggu ke depan Pemkab akan mencari persoalan atau celah yang menjadi kewenangan daerah yang dilanggar oleh PT. Atlasindo.

“Pemkab akan membentuk tim penyidik untuk melakukan kajian dengan medatangkan tim PPNS ke PT. Atlasindo. Dimana memang ada celah kebijakan Pemkab Karawang yang ditabrak oleh Atlasindo yang bisa dijadikan oleh Pemkab untuk dapat menutup Atlasindo, salah satunya adalah melalui andalalin,” jelas Agus.

Jika nanti sampai satu minggu kedepan, Pemkab Karawang tetap tidak mempunyai keberanian menutup dan hanya “PHP”, Agus menegaskan, Paguyuban Sundawani Wirabuana akan terus mempertanyakan kepada pemerintah konsistensi mereka kepada masyarakat Karawang atas janji yang diberikan dulu untuk akan segera menutup perusahaan tambang tersebut.

“Kami berpikir posistif saja. Pokoknya keinginan kami jika ada celah kesalahan segera tutup,”imbuhnya. (red)

 

banner 336x280