Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Parah! Baru Satu Minggu Dicor Udah Retak, Kontraktor “Menang Banyak”, Rakyat Ngelus Dada

RETAK: Kondisi jalan di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya sudah retak. Padahal baru seminggu dikerjakan.
banner 468x60

“Dinas terkait harus lebih jeli untuk menunjuk perusahaan pelaksana, kalau kondisi seperti ini kekuatanya gak bakalan lama, mungkin satu sampai dua tahun juga udah rusak lagi,”

BaskomNews.com – Pembangunan proyek peningkatan jalan di Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya dikeluhkan warga setempat. Pasalnya, jalan yang baru saja dibangun itu sudah retak.

Diduga, pelaksana proyek atau kontraktor menggunakan bahan yang tidak sesuai dengan spesifikasi sehingga kualitas jalan buruk dan cepat rusak. Warga setempat yang berinisial AS menjelaskan, proyek sudah berjalan sejak satu minggu yang lalu.

banner 336x280

Panjang jalan tersebut, lanjut AS, kurang lebih tiga kilometer. “Saat ini proyek sudah berjalan kisaran sepanjang 300 meter. Tapi, sudah pada retak. Bahkan yang saya lihat juga tidak ada papan proyek yang semestinya terpasang,” kata AS.

Dengan kondisi seperti ini, menurutnya dikarenakan jumlah tenaga kerja yang mengerjakan proyek kurang. “Begitu adonan cor dituangkan dari molen, harus cepet untuk diratakan, biar ga kering adonanya. Karena kekurangan tenaga jadi ya seperti itu hasilnya (cepat mengering dan cepat hancur),” kata AS.

Sambung AS, untuk bagestingnya juga menurutnya tidak layak. “Tulang-tulangnya terlalu tipis, kena adonan cor pasti bergeser dan pemasangan bagestingya agak dipendem,” ujarnya

Masih dikatakan AS, wajar saja perusahaan pemenang proyek ini mengambil keuntungan, tapi, jangan semena-mena dalam mengerjakanya, kalau seperti ini yang ikut dirugikan juga masyarakat.

“Dinas terkait harus lebih jeli untuk menunjuk perusahaan pelaksana, kalau kondisi seperti ini kekuatanya gak bakalan lama, mungkin satu sampai dua tahun juga udah rusak lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Kasie Pekerjaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Tri Winarno, saat dihubungi BaskomNews.com melalui telpon genggam, belum bisa memberikan keterangan. (red)

banner 336x280