Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Acara Seminar Perawat, Jimmy Sindir Pemkab Miskin Data

SAMBUTAN: Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakshyari memberikan sambutan pada seminar Perawat Nasional di RSUD Karawang.
banner 468x60

“Kalau tidak punya STR, perawat tidak bisa melakukan tindakan medis terhadap pasien,” ujarnya.

BaskomNews.com – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang menyelenggarakan seminar penatalaksanaan terapi cairan pada pasien syok.

dr. Asep Hidayat Lukman, Direktur Utama RSUD Karawang mengatakan, seminar ini wajib diikuti para perawat. Guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam menangani pasien.

banner 336x280

“Ini wajib diikuti perawat karena bukan hanya menambah ilmu tetapi, setiap kegiatan seperti ini untuk laporan menerima Surat Tanda Registrasi (STR),” katanya, Sabtu (11/08/2018) di Aula RSUD Karawang.

Sambung Asep, Surat Tanda Registrasi (STR) merupakan bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi. Tenaga kesehatan yang telah memiliki STR dapat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan.

Kata dia, STR dapat diperoleh jika setiap tenaga kesehatan telah memiliki ijazah dan sertifikat uji kompetensi yang diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi.

“Kalau tidak punya STR, perawat tidak bisa melakukan tindakan medis terhadap pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamkhsyari (Kang Jimmy) saat meresmikan seminar tersebut, mengaku banyak warga Karawang yang mengadu dengan dirinya tentang persoalan kesehatan.

“Iya hampir semua yang mengadu tentang kesehatan, makanya pemda harus segera mempunyai data yang akurat terhadap rakyat miskin,” katanya.

Masih dikatakan Kang Jimmy, bagaimana mau menyelesaikan persoalan kemiskinan, kalau data saja tidak akurat, ada data juga tumpang tindih BPJS dan Karawang Sehat.

“Kalau mau menyelesaikan persoalan rakyat miskin, harus ada data yang akurat dulu, jadi akan mudah untuk menganggarkan di APBD,” sindir Kang Jimmy. (Red)
 

banner 336x280