Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Tertarik Mitos Pohon Nagasari, Penulis Buku Sejarah Karawang “Ngawangkong” dengan Kang Jimmy

banner 468x60

“Dari sekian puluh pemimpin di Karawang, baru kali ini ada yang engeuh mau menanam pohon Nagasari di Karawang”

BaskomNews.com – Merasa tertarik dengan cerita pohon Nagasari yang beberapa minggu ke belakang ini sering digembar-gemborkan Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy), penulis sejarah Kota Karawang. Asep Sundapura akhirnya berkunjung ke Rumah Dinas Wakil Bupati (RDWB) untuk “ngawangkong” dengan Kang Jimmy.

Dalam diskusi santai yang terlihat, Asep Sundapura mengaku penasaran dengan cerita pohon Nagasari, pasca Kang Jimmy memberikan batang pohon besar dan bibit pohon Nagasari ke Kelenteng Sian Djin Ku Poh.

banner 336x280

Diakui Asep, selain sebagai pohon yang sering dijadikan pengobatan tradisional, pohon Nagasari juga memiliki mitos tersendiri yang berkaitan dengan sejarah lahirnya Kota Karawang sejak zaman Kerajaan Mataram.

“Dari sekian puluh pemimpin di Karawang, baru kali ini ada yang engeuh mau menanam pohon Nagasari di Karawang. Makanya saya datang ke sini karena merasa penasaran,” tutur Asep Sundapura, saat berbincang dengan Kang Jimmy yang secara kebetulan lagi berdiskusi dengan awak media, Jumat (24/8/2018).

Sejak abad 18, kata Asep, keberadaan pohon Nagasari memang sudah tidak ada lagi di tanah Karawang. Dan pohom Nagasari saat itu memang sudah dikeramatkan di suatu wilayah Karawang yang saat ini menjadi wilayah Kelenteng Sian Djin Ku Poh Kelurahan Nagasari.

“Cuma yang perlu diluruskam hari ini adalah masyarakat sekitar malah mengkeramatkan pemakamannya. Padahal yang keramat itu lingkungan sekitar yang dulunya banyak pohon Nagasari,” timpal Asep.

“Dan ketika saya mendengar Pak Wabup mau menanam pohon Nagasari, saya langsung kaget dan penasaran. Semoga ini bisa menjadi spirit kebangkitan Karawang seperti Kerajaan Mataram dulu,” kata Asep.

Kang Jimmy dan Asep Sundaputra.

Sementara itu, Kang Jimmy sendiri menceritakan, bahwa batang besar dan bibit pohon Nagasari yabg dibawanya ke Karawang berasal dari Kraton Solo. Pohon Nagasari tersebut diambil di wilayah Imigiri tempat pemakaman raja-raja zaman dahulu.

“Insya Allah, nanti di Karawang kita akan tanam seribu lebih pohon Nagasari bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres. Di sekitar bantaran Sungai Citarum juga akan kita tanam. Beberapa bulan lalu saya baru bawa 100 bibit pohon Nagasari. Saya sebar ke temen-temen buat ditanam, tapi mati semua. Yang jadi (tumbuh) cuma dua pohon yang saya tanam. Satu di Pondok Pesantren Attarbiyyah, satu lagi di Manggungjaya,” kata Kang Jimmy.

“Tidak sembarangan orang boleh menanam pohon Nagasari. Alhamdulillah, Kraton Solo sudah mengijinkam untuk ditanam di Karawang. Sebagai penulis buku sejarah Karawabg, akang harus terlibat langsung nanti dalam penanamannya,” timpal Kang Jimmy kepada Asep Sundapura.

Mendengarkan beberapa pernyataan Kang Jimmy, Asep Sundapura pun langsung menanggapinya kembali.

“Mudah-mudahan ini pertanda kebangkitan Karawang Kang. Nanti ke depan bisa jadi destinasi wisata historis. Makanya harus mulai di tanam di Karawang. Mudah-mudahan bisa ditanam pada momentum Hari Jadi Karawang, sebagai simbolis kebangkitan Karawang,” tandas Asep Sundapura.(red)

banner 336x280