Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Diduga Limbah Pabrik, Ini Kondisinya Kali Bekasi

Kondisi Kali Bekasi yang diwarnai limbah busa
banner 468x60

“Inilah yang sejak lama diteriakkan para pecinta lingkungan, ketika bendungan di hulu dibuka, maka banjirlah Bekasi Utara beserta kali berwarna hitam pekat,”

BaskomNews.com – Kali Bekasi yang kembali berbusa pagi ini, Selasa (03/09/2018) menimbulkan banyak kemarahan masyarakat. Foto-foto Kali Bekasi yang dipenuhi busa menggumpal berseliweran di banyak media sosial. Komentar pun datang dari Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu.

Mantan Wakil Wali Kota Bekasi yang akrab disapa Ustadz tersebut dalam postingan di Instagram mengatakan, limbah di Kali Bekasi harus menjadi perhatian semua pihak.

banner 336x280

“Pemandangan pagi ini di Kali Bekasi bukan ajang untuk bercanda, AWAN yang turun ke bawah bukan karena hujan semalam, limbah yang bersumber dari industri ini menjadi PR kita bersama,” jelas Syaikhu dalam postingannya, Senin (03/09/2018).

Beragam komentar langsung membanjiri postingan mantan calon Wakil Gubernur Jawa Barat ini, salah satunya akun @abu_agus mengaku sudah sering melihat Kali Bekasi seperti ini.

“Inilah yang sejak lama diteriakkan para pecinta lingkungan, ketika bendungan di hulu dibuka, maka banjirlah Bekasi Utara beserta kali berwarna hitam pekat,” ungkapnya.

Dalam waktu 5 jam, buih-buih busa menjalar hingga sejauh 15 Km, selain itu warna air yang terhubung dengan Kali Cisadane dan Kali Cileungsi tersebut berubah menjadi hitam pekat.

Tengku Imam Kobul, Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane mengatakan hampir setiap tahun fenomena Kali berbusa terjadi.

“Dari catatan yang ada sedikitnya sudah delapan tahun terakhir peristiwa tersebut terjadi, meski bukan pertama kalinya namun peristiwa yang terjadi pada hari ini merupakan yang terparah di banding tahun sebelumnya,” jelasnya, Senin (03/09/2018).

Diduga peristiwa tersebut diakibatkan limbah pabrik yang berada di bantaran sungai. Sedikitnya terdapat 27 pabrik yang berada di bantaran sungai Kali Cisadane dan Kali Ciliwung. Meski pemerintah Kota Bekasi telah melakukan sidak ke pabrik yang kedapatan membuang limbah ke sungai namun nyatanya sanksi yang diberikan hanya sekedar gertakan saja. Pabrik yang kedapatan membuang limbah di sungai izinnya tak juga dicabut. Mereka tetap beroperasi dan kembali mencemari Kali Bekasi.

Lemahnya koordinasi antar pemerintah daerah, terutama Pemkot Bekasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor membuat Kali Bekasi yang tercemar tidak pernah menemui solusi. Masyarakat kembali dirugikan dan lingkungan kembali dirusak. Dalam peristiwa ini peran pemerintah nyaris mandul tak berfungsi. (Cid)

 

banner 336x280