“Kondisi Kali Bekasi ‘kan memang sudah urgent yah. Solusinya harus di restorasi oleh Pusat. Dan kita sudah melakukan pengajuannya sejak Januari 2018 lalu,”
BaskomNews.com – Masyarakat Kota Bekasi dikejutkan dengan kondisi air sungai Kali Bekasi yang menghitam dan berbusa serta mengeluarkan bau yang menyengat.
Diduga, Kali Bekasi tengah mengalami pencemaran cukup parah akibat limbah pabrik yang mengalir dari hulu, atau tepatnya dari aliran sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi mengakui bahwa kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar sejak satu minggu yang lalu.
“Seminggu terakhir kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar. Kualitas air, terutama derajat asama/basa- pH-nya tidak netral,” jelas Lutfhi saat dikonfirmasi Baskomnews.com, Senin (3/9/2018).
Menurutnya, air yang tidak netral dalam keadaan normal, tidak akan menghasilkan busa. Tapi, jika terjadi kocokan atau guncangan atau benturan, maka akan menyebabkan reaksi yang menghasilkan gas atau buih.
“Nah, saat terjadi hujan, maka terjadi benturan antara ion-ion pencemar yang ada di air, sehingga menghasilkan gas yang secara kasat mata karena berada diperairan berwujud busa atau buih,” lanjutnya menjelaskan.
Salah satu solusi untuk menanggulangi pencemaran air di Kali Bekasi pun kata Lutfhi, perlu dilakukan restorasi. Pihaknya pun telah mengirimkan rekomendasi restorasi tersebut kepada pihak pusat atau Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
“Kondisi Kali Bekasi ‘kan memang sudah urgent yah. Solusinya harus di restorasi oleh Pusat. Dan kita sudah melakukan pengajuannya sejak Januari 2018 lalu,” akunya.
Kondisi air Kali Bekasi yang tercemar, pastinya akan mempengaruhi kualitas air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat Kota Bekasi.
Lutfhi pun membenarkan hal tersebut. Meski demikian, saat ini dirinya baru hanya sebatas berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanggulangan sementara kondisi Kali Bekasi.
“Sejauh ini kami selalu berkoordinasi dengan pihak Bogor. Kita juga sudah menutup pabrik-pabrik yang memang terbukti membuang limbah ke Kali Bekasi,” pungkasnya.(Cid)






