Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

DLHK dan Polisi Buru Pembuang Limbah Medis di Kawasan Konservasi Mangrove di Pesisir Utara Karawang

Beberapa karung tumpukan limbah medis dibuang di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Pesisir Utara Karawang.
banner 468x60

“Wasdal LHK dan Tipiter Polres udah meluncur dan akan ditelusuri sampai sumbernya, suatu Rumah Sakit di Bekasi,”

BaskomNews.com – Warga Dusun Kepuh, Desa Pusakajaya Karawang dikejutkan oleh tumpukan limbah beracun medis di kawasan konservasi mangrove di pesisir utara Karawang, Jawa Barat.

Belasan plastik limbah medis itu ditemukan berserakan di sungai dekat hutan bakau, Pantai Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Minggu pagi (9/9/2018).

banner 336x280

“Kami menemukan tumpukan plastik warna kuning. Saat dicek, isinya menjijikan, ada bercak darah dari jarum suntik bekas, kapas bekas, kantung darah dan sarung tangan plastik,” kata Wanusuki, warga setempat kepada detik, Minggu (9/9/2018).

Wanosuki memberanikan diri mengecek langsung tumpukan limbah itu. Saat diperiksa, kata Wanusuki terdapat sekira 50 karung dengan berat 7 hingga 10 kilogram limbah yang dibuang.

Selain di plastik warna kuning, sejumlah limbah medis juga ditemukan di dalam plastik warna hitam. Di dalamnya terdapat bungkus infus, tempat obat dan gulungan perban.

Di dalam sejumlah plastik, Wanusuki menemukan nota dan faktur atas nama Rumah Sakit Budi Asih Bekasi. “Kami temukan nota ini di dalam salah satu plastik,” ungkap dia.

Wanosuki menuturkan ia dan sejumlah warga menemukan tumpukan limbah itu saat sedang olahraga di Minggu pagi. “Ditemukan tadi pagi, setahu saya semalam tidak ada,” kata dia.

DLHK dan Polisi Buru Si Pembuang Limbah

Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Karawang sedang memeriksa tumpukan limbah tersebut. “Kami sudah mengutus petugas memeriksa tumpukan limbah di sana. Ini termasuk pencemaran lingkungan,” kata Wawan Setiawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang saat dikonfirmasi detik via telepon.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang menelisik pencemaran limbah medis di kawasan konservasi mangrove, pesisir utara Karawang. Penelusuran dilakukan bersama Unit Tipiter Polres Karawang.

Tumpukan limbah medis.

“Wasdal LHK dan Tipiter Polres udah meluncur dan akan ditelusuri sampai sumbernya, suatu Rumah Sakit di Bekasi,” kata Wawan Setiawan, Kepala DLHK Karawang kepada detik via telepon, Minggu (9/9/2018).

Tumpukan limbah medis itu diduga bersumber dari Rumah Sakit Budi Asih Bekasi. Sebab, dalam salah satu plastik berisi limbah, warga juga menemukan nota dan faktur atas nama seorang pasien Rumah Sakit Budi Asih Bekasi.

“Kita telusuri dan kejar sampai ke sumbernya. Mereka harus tanggung jawab biar tidak mengulangi perbuatannya, kita juga bekerjasama dengan Tipiter Polres Karawang,” ungkap dia.

Wawan menuturkan limbah medis tidak boleh dibuang sembarangan, apalagi di sungai kawasan konservasi yang dekat dengan laut. Selain berbahaya, bercak – bercak darah dari limbah tersebut juga mesti diwaspadai. “Ini sudah termasuk pencemaran lingkungan. Tidak bisa dibiarkan,” Tegas Wawan.

Rumah Sakit Budi Asih Bekasi Bantah Buang Limbah di Karawang

Manajemen Rumah Sakit Budi Asih Bekasi mengakui limbah medis yang ditemukan menumpuk di kawasan konservasi pesisir Karawang berasal dari mereka. Meski begitu, manajemen membantah sengaja membuang limbah berbahaya tersebut.

“Kalau untuk limbah medisnya, dilihat dari gambarnya betul dari kami. Tapi kami tidak mengetahui kenapa bisa di situ,” kata Andang Teguh Manajer Operasional Rumah Sakit Budi Asih saat dikonfirmasi via telepon Minggu (9/9/2018).

Salah satu bukti yang ditemukan di lokasi bahwa limbah medis tersebut diduga kuat milik Rumah Sakit Bunda Asih Bekasi.

Andang mengaku heran dan kaget, limbah rumah sakit dari perusahaannya bisa berada di pesisir Karawang dalam kondisi belum dimusnahkan. Andang menyatakan, Budi Asih sudah menyerahkan penanganan limbah mereka ke pihak ketiga, yaitu PT Mahardika Handal Sentosa, Tangerang.

“Yang jelas kami sudah bekerjasama dengan PT Mahardika, (PT) Mahardika yang (seharusnya) memusnahkan,” ujarnya.

Terkait insiden ini, Andang menyatakan, Budi Asih merasa telah dirugikan oleh oknum yang membuang limbah sembarangan di Karawang. “Kalau masalah dirugikan, kami juga dirugikan, (karena terkait) nama baik kami,” ungkap dia.

Untuk mencegah nama baik perusahaannya tercoreng, Andang mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada warga Karawang melalui media sosial. “Saya masuk ke grup tersebut, dan saya klarifikasi. Cuman responnya saya kurang tahu. Yang jelas kami sudah meminta maaf,” kata Andang.(Detik/red)

banner 336x280