“Bangunan sekolah rusak SDN Mekarpohaci II ini sendiri memiliki 6 ruang kelas siswa dan 1 ruang guru. Ironisnya, sekolah yang menampung 155 siswa dengan 6 tenaga pendidik ini belum memiliki kamar kecil. Adapun kamar mandi ukuran 2 x 4 terlihat sudah tidak bisa dipakai lagi”
BaskomNews.com – Persoalan bangunan sekolah rusak masih terus menghantui dunia pendidikan di Karawang di Tahun 2018 ini. Anggaran pendidikan melalui APBD sendiri dinilai tidak cukup untuk mengkaper pembangunan atau rehab sekolah rusak.
Sehingga kondisi ini membuat sebagian perusahaan atau industri di Karawang terlibat langsung untuk membantu rehab sekolah rusak melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR).
Seperti yang terlihat di SDN Mekarpohaci II, di Dusun Kalenpandang, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, pembangunan sekolah rusak di sekolah ini sendiri tidak sepenuhnya dibangun dengan menggunakan APBD.
Pasalnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karawang, tahun ini Pemkab Karawang hanya mampu membangun sekolah rusak SDN Mekarpohaci II sebanyak 3 lokal (3 ruangan). Yaitu dengan anggaran Rp 690 juta yang dikerjakan oleh CV. Bina Dharma. Dengan waktu pengerjaan proyek selama 90 hari kerja, terhitung 20 Agustus 2018 (sesuai keterangan papan proyek).
Sementara 4 lokal bangunan rusak SDN Mekarpohaci II lainnya akan “direhab” oleh Karawang Internasional Industrial City (KIIC). Yaitu dengan anggaran sebesar Rp 270 juta (di luar pembangunan kamar mandi sekolah yang rencananya akan dibangun secara berbarengan).

Berdasarkan pantauan BaskomNews.com, Senin (8/10/2018), jajaran Manajemen KIIC sendiri terlihat menyambangin SDN Mekarpohaci II untuk kembali membicarakan kapan rehab ruang kelas rusak tersebut bisa mulai dilaksanakan.
Humas KIIC, Bambang Sugeng mengatakan, tahun 2017 lalu KIIC sudah membangun gedung sekolah rusak SDN Wadas III di Telukjambe melalui dana CSR. Dan 2018 ini, KIIC berkesempatan merehab 4 lokal bangunan rusak SDN Mekarpohaci II, dan membangun kamar mandi sekolah yang baru.
“Sudah dicek sampai plafon atapnya. Ternyata kita tidak perlu rehab total bangunan 4 lokal ini. Tetapi akan kita rehab 3 ruang kelas dan 1 ruangan guru ini supaya kembali layak dan nyaman untuk digunakan kegiatan belajar mengajar,” tutur Bambang Sugeng, kepada awak media.
Untuk diketahui, bangunan sekolah rusak SDN Mekarpohaci II ini sendiri memiliki 6 ruang kelas siswa dan 1 ruang guru. Ironisnya, sekolah yang menampung 155 siswa dengan 6 tenaga pendidik ini belum memiliki kamar kecil. Adapun kamar mandi ukuran 2 x 4 terlihat sudah tidak bisa dipakai lagi.
Sekitar 3 lokal ruang kelas yang rusak sedang mengalami proses pembangunan melalui Dinas PUPR Karawang. Yaitu dengan anggaran Rp 690 juta. Sementara 3 ruang kelas, 1 ruangan guru dan kamar mandi baru akan direhab dan dibangun KIIC melalui anggaran CSR. Yaitu dengan nilai Rp 270 juta.
“Tahun ini kita berkesempatan bantu sekolah rusak di wilayah pesisir. Kita berharap hal seperti ini bisa juga diikuti oleh temen-temen kawasan atau perusahaan yang lain. Sehingga hal seperti ini bisa meringankan beban pemerintah daerah,” timpal Bambang Sugeng.

Di tempat yang sama, Kepala SDN Mekarpohaci II, Asep Jayusman menyatakan, sekolah tersebut sudah dibangun sejak 1981. Dari tahun 1995, SDN Mekarpohaci II sudah mengalami kerusakan. Dan terakhir direhab sekitar tahun 2012.
“Sejak tahun ’95 pertama kali saya tugas di sini emang sudah rusak kang. Terakhir direhab tahun 2012, itupun hanya sekedar rehab kecil. Makanya bangunanhya rusak begini dan tidak layak,” kata Asep.
“Kami bersyukur tahun ini sekolah dibangun pemkab. Dan kami juga merasa bersyukur, bahagia dan sekaligus berterima kasih kepada KIIC yang ikut membangun juga. Sehingga bangunan yang sudah hampir hancur ini bisa diperbaiki. Mudah-mudahan ini jadi semangat baru bagi kami dan anak-anak (siswa) khususnya, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” tandas Asep.
Sementara itu, selama proses pembangunan dan rehab SDN Mekarpohaci II sedang berlangsung, rencananya para siswa akan belajar di rumah-rumah warga sekitar dan DTA di sekitar sekolah. (red)






