Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

452 Warga di Purwakarta Mengidap HIV AIDS

Ilustrasi.
banner 468x60

“Mereka yang terjangkit ini kebanyakan masih berusia 26-48 tahun. Sementara untuk kasus pada anak diperoleh data pengidapnya pada usia 0-4 tahun”

BaskomNews.com –  Setidaknya 452 orang di Purwakarta tercatat oleh Yayasan Resik sebagai pengidap HIV AIDS selama 2 tahun terakhir. Jumlah ini terakhir tercatat hingga bulan September 2018 lalu.

Pada 2017 lalu Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) ini berjumlah 350 orang sementara pada 2018 ini bertambah 102 orang. Sehingga perlu pembinaan serius dari semua pihak terhadap virus maut yang membahayakan ini.

banner 336x280

Demikian disampaikan oleh Direktur Yayasan Resik, Hasanuddin saat ditemui di kantor Yayasan Resik. Tepatnya di Perumahan Bukit Citara Persada, Kelurahan Mulyamekar Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Minggu, (14/10/2018).

Menurut Hasanuddin, mayoritas ODHA ini adalah dalam usia produktif. Namun meski demikian ditemukan juga Anak Dengan HIV AIDS (ADHA) di segelintir kasus yang ada di Purwakarta.

“Mereka yang terjangkit ini kebanyakan masih berusia 26-48 tahun. Sementara untuk kasus pada anak diperoleh data pengidapnya pada usia 0-4 tahun. Hal ini tentunya disebabkan penularan oleh persalinan normal ibu yang mengidap HIV AIDS,” ucapnya.

Data itu lanjut Hasanuddin didapatkan dari hasil kegiatan pelaksanaan pemeriksaan HIV-AIDS. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini kasus HIV-AIDS.

Selain itu, Yayasan Resik pun melakukan sosialisasi dan pemberian informasi tentang pencegahan dan penanganan HIV-AIDS. Bahkan ‎penyebaran HIV-AIDS di Kabupaten Purwakarta pun telah meluas hingga ke 14 wilayah kecamatan.

Itu artinya lanjut Hasanuddin hampir seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Purwakarta ditemukan kasus orang penderita HIV-AIDS. “Namun, bisa saja di semua kecamatan ada temuan kasus baru HIV-AIDS,” ucap dia.

Ia pun menjelaskan, banyak pula ODHA yang menutup diri dikarenakan stigma negatif dari pihak luar. Sehingga ‎hal itu adalah kendala tersendiri bagi ODHA yang sering kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang.

Oleh karena itu, diperlukan kepedulian dari seluruh masyarakat untuk tidak berprilaku diskriminatif terhadap ODHA.‎ “Karena pada dasarnya penularan HIV-AIDS tidak segampang yang dibayangkan. Kita harus jauhi virusnya, bukan orangnya,” ujarnya.

Hasanuddin menjelaskan, bahwa  penularan HIV tidak hanya melalui hubungan seks. Karena ada pula yang datang dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan dari Ibu HIV ke bayinya melalui persalinan.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak stigma dan diskriminasi tersebut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi. “Kami berusaha mengedukasi dan memotivasi kepada setiap orang dengan HIV AIDS untuk terbuka minimal kepada pihak keluarga,” kata dia.

Seperti diketahui Yayasan Resik Purwakarta sering kali memberikan sosialisasi tentang HIV-AIDS. Seperti halnya bahayanya virus tersebut bagi tubuh, cara penularannya dan cara pengobatannya. Selalin itu ada juga cara mendapatkan pelayanan kesehatan atau perawatan bagi orang yang terinveksi virus HIV-AIDS tersebut.(PR/red)

banner 336x280