“Kalau hanya mengejar materi, hari ini juga bisa lakukan. Tapi tolong jaga marwah PP. Jangan sampai dilecehkan orang lain hanya karena receh.
BaskomNews.com – Dalam peringatan Hari Ulang Tahun Pemuda Pancasila yang ke-59 tahun, Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, Drs. Rakhmat Gunadi menegaskan, agar pengurus dan anggota PP tidak lagi mau dilecehkan dengan “uang receh” demi kepentingan politik.
Demikian disampaikan Gunadi, dalam pidato perayaan HUT PP ke-59 yang digelar secara sederhana di depan halaman Stadion Singaperbangsa Karawang, Senin (29/10/2018).
Disampaikan Gunadi, pada 28 Oktober Pemuda Pancasila lahir. Khususnya di Karawang, saat ini Pemuda Pancasila harus banyak melakukan evaluasi kepengurusan. Karena menurutnya, banyak pengurus Pemuda Pancasila yang hanya tinggal nama tanpa adanya peran serta untuk membesarkan Pemuda Pancasila itu sendiri.
“Ada pentingnya kita memulai konsolidasi, baik di jajaran pengurus MPC atau PAC. Banyak pengurus MPC yang hanya tinggal nama dan tidak pernah hadir lagi. Ini perlu dievaluasi lagi, jangan sampai mereka hanya numpang nama untuk kepentingan pribadi,” tutur Gunadi, dalam pidatonya.
Dijelaskan Gunadi, di beberapa negara lain Pemuda Pancasila mulai tumbuh. Baik di Singapoer, Malaysia bahkan Amerika sekalipun. Namun mengapa Pemuda Pancasila di daerah sendiri mulai banyak anggota maupun pengurus yang sudah tidak peduli. Sehingga ditegaskan Gunadi, persoalan ini harus dievaluasi di Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang akan digelar pada 11 November 2018.
“Segera lakukan RPP, kalau tidak siap silahkan mundur saja. Jangan sampai mementingkan kepentingan pribadi, tapi lupa dengan organisasi. Pikirkan harus apa yang kalian lakukan untuk organisasi. Kalian boleh tumbuh dan berkembang di organisasi, tapi tolong pikirkan untuk organisasi,” tegas Gunadi.
Kembali ditegaskan Gunadi, Pemuda Pancasila khusus di Karawang sudah tidak butuh lagi pengurus seperti anggota dewan, pengusaha dan lain sebagainya, kalau hanya sekedar menggunakan baju loreng saat bermasalah saja.
“Saya sudah tidak butuh lagi. Mereka hanya datang dan menggunakan lorengnya saat bermasalah saja. Jadi ke depan kita harus mulai berbenah diri untuk kebaikan bersama. Upaya-upaya untuk memecah belah juga ada, hati-hati. Jangan jadi anggota musiman saja. Tapi saya ucapkan terima kasih juga kepada para anggota yang secara setia dan konsisten membesarkan Pemuda Pancasika,” timpal Gunadi.
Pada kesempatan ini, Gunadi juga menyampaikan bahwa 2019 merupakan tahun politik. Dimana banyak kader Pemuda Pancasila yang mencalonkan diri sebagai calon anggota dewan dari berbagai macam partai politik.
“Silahkan dukung. Saya tidak pernah mengintruksikan untuk pro terhadap salah satu partai. Tolong jangan jalan sendiri-sendiri. Kecuali kalau kalian mau melepas baju loreng,” tegas Gunadi kembali.
Ditegaskan Gunadi, kalau Pemuda Pancasila hanya sekedar mengejar kepentingan materi, maka hal tersebut merupakan hal yang gampang dilakukan. Namun pertanyaanya bagaimana dengan nasib dan marwah Pemuda Pancasila ketika hal tersebut dilakukan.
“Kalau hanya mengejar materi, hari ini juga bisa lakukan. Tapi tolong jaga marwah PP. Jangan sampai dilecehkan orang lain hanya karena receh. Hari ini saya juga sengaja tidak mengunsang pejabat, karena saya ingin ulang tahun ini diperingati secara sederhana. Tidak ada bangganya saya jadi ketua MPC, kalau kita tidak pernah bisa tumbuh bersama,” pungkas Gunadi. (red)






