Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Kecewa dengan Pengerjaan Pedestrian  15 Miliar, Komisi III akan Panggil PUPR

Saat hujan turun, genangan air terlihat di sepanjang jalan Ahmad Yani Karawang yang disinyalir buruknya drainase proyek pedestrian.
banner 468x60

“Yang dikatakan oleh dinas, jika kontraktor ada 24 jam itu tidak terbukti, buktinya masih ada genangan air,”

BaskomNews.com – Komisi III DPRD Karawang mengaku kecewa dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan pemborong proyek pedestrian Rp 15 miliar di sepanjang jalan Ahmad Yani Karawang. Atas kinerja pengerjaan proyek pedestrian yang dinilai buruk, Komisi III berencana untuk memanggil pejabat PUPR Karawang.

Saat hujan turun, genangan air terlihat di sepanjang pinggiran pendestrian. Hal ini terjadi karena saluran air di bawah pendestrian tidak berfungsi dengan baik.

banner 336x280

“Saat kita sidak ke lokasi pendestrian jalan Ahmad Yani, pihak dinas PUPR meyakinkan tidak akan ada genangan air ketika hujan, karena saluran air di bawah pendestrian sudah dibuat. Namun saat hujan kemarin, kami melihat masih ada genangan air di depan Karang Pawitan dan depan futsal,” tutur anggota Komisi III DPRD Karawang, Nyi Sekar Arum, Senin (28/1/2019).

Dikatakan Arum, pihaknya sudah melakukan sidak beberapa waktu lalu dan disinyalir pekerjaan pendestrian itu tidak sesuai spesipikasi. Buktinya masih adanya genangan air setelah hujan, bahkan genangannya cukup tinggi. “Yang dikatakan oleh dinas, jika kontraktor ada 24 jam itu tidak terbukti, buktinya masih ada genangan air,” sindir Arum.

Diakui Arum, pihaknya menyesali adanya genangan di jalan sepanjang pedestrian. Padahal proyek pendestrian di jalan Ahmad Yani anggarannya sampai miliaran. Bahkan pihaknya saat sidak sampai jongkok untuk memastikan adanya pori-pori untuk menyerap air di pembangunan pendestrian itu. “Kami berencana memanggil dinas PUPR dan kontraktor yang mengerjakan pendestrian itu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Karawang, Elivia Khrisiana mengatakan, pihaknya meminta agar pendestrian ini jangan dialihfungsikan menjadi tempat parkir. Sebab diaspalnya tempat pendestrian di depan futsal centro ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

“Kami juga minta pendestrian ini segera diselesaikan, jika tidak selesai sampai akhir bulan ini maka lebih baik jangan digunakan lagi pengusahanya untuk memegang proyk-proyek besar,” kata Elivia.

Dari informasi yang didapatkan, sambung Elievia, kendati sudah diaspal untuk saluran air itu sudah ada. Namun ketika sudah di aspal itu sudah permanen dan dikhawatirkan terjadi banjir.

“Serapan air pendestrian ada di bawah, tapi tidak tidak bisa bongkar pasang. Oleh sebab itu kami mempertanyakan saluran air itu agar tidak berakibat banjir, dan bagaimana pemetaanya yang berkaitan dengan drainase tersebut,” katanya.

Menurut Elievia, pihaknya melakukan sidak ini menindaklanjuti permasalahan pembangunan pendestrian ini dan mencari solusi ke depannya tidak menimbulkan permasalahan baru. “Apalagi berkaitan dengan permasalahan banjir. Kita baru sidak dan informasi dari dinas jika sudah ada pencairan sekitar 15 miliar dan akan diselesaikan pada akhir bulan ini,” tandasnya.(red)

banner 336x280