Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Cellica Minta Semua Pejabat Karawang Tanggapi Keluhan Masyarakat Lewat Medsos

Bupati Cellica saat menyampaikan sambutan di pelantikan dan pengambilan sumpah Penjabat Sekda, Rabu (13/2/2019).
banner 468x60

Hal ini perlu disikapi bersama oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karawang, terutama pejabat pimpinan tinggi pratama dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Karawang,  dengan bertindaklah dan berpikir secara customer (masyarakat),”

BaskomNews.com – Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana meminta kepada seluruh pejabat Karawang untuk menanggapi segala bentuk keluhan masyarakat melalui Media Sosial (Medsos).

Hal ini disampaikan Cellica pada kesempatan membacakan sambutan di kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah Ada I Samsuri yang ditunjuknya sebagai Penjabat Sekda Karawang, di Lantai 3 Kantor Bupati Karawang, Rabu (13/2/2019).

banner 336x280

Disampaikan Cellica, akhir-akhir ini seluruh perangkat daerah disibukan dengan menindaklanjuti keluhan atau pengaduan yang muncul di Media Sosial dan media pengaduan lainnya. Beberapa perangkat daerah sudah banyak merespon keluhan atau pengaduan tersebut.

Menurutnya, mungkin beberapa perangkat daerah juga banyak yang mengeluhkan intruksi dirinya untuk menindaklanjuti atas persoalan aduan masyarakat tersebut. Namun hal tersebut bukanlah reaksi temporer semata, tetapi harus terus dibiasakan dan menjadi budaya kerja di Kabupaten Karawang.

“Mungkin keluhan atau pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial sangat ekspresif, terutama dari kata-kata yang mereka tulis. Namun itulah fakta yang sekarang kita hadapi ,” tutur Bupati Cellica, dalam sambutannya.

Atas keluhan masyarakat melalui media sosial ini, Cellica juga mengutif pernyataan Bruce King, Bio Psychologist asal Amerika Serikat yang mengatakan ‘In Cyberspace, We Knoh That People May Do and Say That Wouldn’t Do In The Real World, Due To Effect of Anonymity and Only Disinhibition (di dunia maya, orang dapat melakukan dan mengatakan apa yang tidak akan melakukannya di dunia nyata, karena efek penyembunyian identitas dan ketidak mampuan menahan diri).

“Begitulah secara umum kondisi masyarakat di era industri 4.0, dimanapun kita akan menemui kondisi tersebut, tidak bisa dihindari atau diabaikan sama sekali. Hal ini perlu disikapi bersama oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karawang, terutama pejabat pimpinan tinggi pratama dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Karawang,  dengan bertindaklah dan berpikir secara customer (masyarakat), sehingga tindakan kita akan sesuai dengan keinginan masyarakat,” kata Cellica.

Di era saat ini, sambung Cellica, Pemkab Karawang bukan hanya diukur oleh indikator-indikator kerja yang bersifat ‘time-series’ saja seperti WTP, nilai LAKIP, IPM dan lainnya. Melainkan diukur oleh indikator ‘real-time’ dengan merespon kebutuhan masyarakat yang sedang terjadi saat ini.

Hal ini wajib dipahami dan direspon oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Karawang. Bahkan lebih pro aktif bertindak sesuai kebutuhan masyarakat. “Hilangkan perilaku penjaga warung denga perilaku pro aktif, dan perilaku itulah yang saat ini dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” timpal Cellica.

Ditambahkan Cellica, ia memahami betul  jika melayani masyarakat harus dengan sepenuh hati yang tentunya menguras energi dan pikiran. Namun diyakininya, lelah dalam melayani masyarakat tersebut sepadan dengan besaran TPP baru yang akan diterima pejabat, yang diatur dalam Peraturan Bupati Karawang Nomor 88 Tahun 2018.

“Mengingat mulai tahun ini diberlakukan single salary, agar pengeluaran saudara diatur sebagai kebutuhan dan penghasilan. Kegagalan mengelola ini biasanya akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi,” tandas Cellica. (red)

banner 336x280