Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Bobotoh Diintruksikan untuk Hentikan “Nyanyian Rasisme” di Stadion saat Persib Berlaga

Perwakilan Viking dari 6 Distrik mendokumentasikan diri bersama Pengurus Viking Persib Club.
banner 468x60

“Sekarang kita enak-enak saja teriak-teriak nyanyi lagu rasis di stadion, tanpa memikirkan nasib kawan kita supporter di daerah lain sepulangnya nonton Persib,”

BaskomNews.com – Untuk menghentikan aksi anarkisme bentrok antar supporter sampai menyebabkan korban jiwa, Viking Persib Club melakukan gebrakan baru, yaitu mengintruksikan kepada seluruh Bobotoh untuk menghentikan semua nyanyian berbau rasisme di stadion setiap kali Persib Bandung berlaga.

Hal ini disampaikan Pembina Viking Persib Club, Kang Jimmy, saat menyampaikan materi ‘Say No to Racism’ di kegiatan silaturahmi pengurus pengurus Viking Persib Club dengan perwakilan 6 distrik (Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Garut dan Karawang), di Aula GOR Panyawangan Sinarsari, Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (16/2/2019).

banner 336x280

Disampaikan Kang Jimmy, nyanyian berbau rasis di stadion setiap kali Persib Bandung berlaga sama sekali tidak ada manfaatnya. Justru hal inilah yang selama ini menyebabkan kisruh antar supporter sepak bola sampai dengan menyebabkan korban jiwa.

“Mau sampai kapan kita akan seperti ini terus, bermusuhan antar supporter sepak bola. Sekarang kita enak-enak saja teriak-teriak nyanyi lagu rasis di stadion, tanpa memikirkan nasib kawan kita supporter di daerah lain sepulangnya nonton Persib. Selama masih ada nyanyian rasis di stadion, maka sampai kapanpun akan terus ada korban bentrok antar supporter,” tutur Kang Jimmy, di hadapan ratusan pengurus dan angggota distrik yang hadir.

Dengan cara menghentikan nyanyian ataupun teriakan berbau rasis di stadion, kata Kang Jimmy, bukan berarti merendahkan martabah Bobotoh di hadapan lawan dengan disebut ‘elehan’ pecundang. Melainkan inilah langkah-langkah yang harus dilakukan para Bobotoh agar Viking ke depan lebih elegen, dihormati dan disegani.

“Wallahi, ieu lain karena urang elehen (ini bukan karena kita pecundang). Tapi justru nanti orang akan melihat dan menilai sendiri bahwa Bobotoh ke depan patut disegani. Mau sampai kapan kita menjadi supporter yg selalu bernyanyi rasis, sehingga dampak negatifnya menimpa kawan-kawan kita sendiri (Bobotoh) di daerah lain,” timpal Kang Jimmy.

(Kang Jimmy saat menyampaikan materi ‘Say No to Racism’ dan mengintruksikan kepada para Bobotoh untuk menghentikan nyanyian berbau rasisme saat Persib Bandung berlaga)

Pria yang memiliki nama lengkap H. Ahmad Zamakhsyari ini juga menyebut, kegiatan sosialisasi dan silaturahmi dengan tema ‘Say No to Rasicm” ini bukan hanya akan digelar untuk Bobotoh di wilayah priyangan, melainkan juga digelar di daerah pengurus distrik yang lain.

“Besok kita akan melawan Arema, ayo penuhi stadion lagi tanpa harus ada nyanyian ataupun teriakan rasisme. Kalian cinta Persib, saya juga sama. Tapi alangkah indahnya kecintaan terhadap Persib tersebut tidak dibarengi dengan nyanyian atau teriakan rasisme saat Persib berlaga. Jangan sampai fanatisme sepak bola kita mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Kang Jimmy.

Berdasarkan pantauan BaskomNews.com, dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi ‘Say No to Rasicm’ ini juga dilakukan sesi tanya jawab. Salah seorang perwakilan Ditrik Ciamis bertanya : bagaimana caranya Viking di setiap kabupaten bisa dihargai pemerintah, sehingga bisa melakukan kegiatan sosial-kemasyarakatan seperti Viking di Karawang?.

“Pertama, kalian pengurus di setiap distrik harus pastikan kompak terlebih dahulu. Kemudian, kalian harus mulai aktif di dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Selanjutnya, setiap kali ada persoalan masyarakat seperti rumah warga miskin yang tidak layak huni, warga miskin sakit yang butuh bantuan dan persoalan masyarakat lainnya, maka di situ kalian harus hadir untuk ikut membantu,” terang Kang Jimmy.

“Kalau pemerintah setempat tidak tanggap atau tidak peduli atas persoalan kemasyarakatan tersebut, maka kalian harus kompak mengkritisinya. Selama ini Viking tidak dihargai pemerintah karena dianggap hanya sekedar supporter sepak bola. Coba bayangkan jika Viking juga hadir dalam setiap persoalan kemasyarakatan, maka insya Allah kita akan lebih dihargai,” pungkas Kang Jimmy. (red)

banner 336x280