“Kami minta izin, tadi disinggung soal tanah yang saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat, itu benar,”
BaskomNews.com – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menguasai 340.000 hektare (Ha), dengan rincian 220.000 Ha di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Penguasaan lahan tersebut berstatus HGU (hak guna usaha).
Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief mengatakan skema HGU sudah lama digunakan untuk memanfaatkan lahan menjadi lebih produktif. Bahkan, BUMN juga menggunakan skema ini.
“Itu perkebunan-perkebunan PTPN sejak zaman Belanda di waktu zaman Orde Lama kan dinasionalisasi jadi BUMN juga, HGU juga,” kata Himawan, Senin (18/2/2019).
HGU diberikan dengan jangka waktu paling lama 35 tahun dan dapat diperpanjang. HGU juga bisa beralih dan dialihkan kepada pihak lain.
“Hak guna-usaha dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain,” bunyi Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 28 Ayat 3.
Mereka yang bisa mendapatkan HGU adalah warga negara Indonesia (WNI) dan berbadan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Capres Prabowo Subianto menguasai lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Prabowo menjelaskan lahan tersebut berstatus HGU (hak guna usaha).
“Kami minta izin, tadi disinggung soal tanah yang saya kuasai ratusan ribu di beberapa tempat, itu benar,” ujar Prabowo dalam sesi closing statement debat kedua capres di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Luas lahan yang dikuasai Prabowo seluas 340.000 hektare, sedangkan dibandingkan dengan luas Provinsi DKI Jakarta 662,33 kilometer persegi (km2) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Untuk membandingkan luas lahan yang dimiliki Prabowo dengan luas DKI Jakarta, maka harus mengubah satuan luasnya menjadi km2. Dengan demikian 1 hektare lahan setara dengan 0,01 km2 atau 340.000 hektare lahan sama dengan 3.400 km2.
Jika 3.400 km2 dibagi dengan 662,33 km2, maka hasilnya 5,13. Artinya, lahan yang dikelola Prabowo setara dengan 5 kali luas DKI Jakarta.(Dtk/red)












