“Yang paling banyak nanti dibangun lapak-lapak. Kemarin kita fasilitasi 400 lapak, tapi masih kurang, minta 700 lapak,”
BaskomNews.com – Setelah batal dibangun pada tahun 2018, kini Pemkab Karawang kembali berjanji akan mulai melakukan pembangunan Pasar Rengasdengklok pada Maret 2019. Pasalnya, pemenang tender Pasar Rengasdengklok sudah dipilih, yaitu PT Indonesia Mandiri.
Pj Sekda Karawang, Samsuri mengatakan, untuk pembangunan Pasar Rengasdengklok tidak terlalu banyak hambatan, karena pembangunnya akan dilakukan di lahan kosong. Sehingga pihak pemenang tender tidak perlu repot untuk memindahkan para pedagang.
Setelah adanya pemenang tender, Samsuri berharap agar Maret 2019 sudah mulai dibangun, sehingga Juli 2020 pembangunan Pasar Rengasdengklok sudah selesai. Setelah itu, para pedagang pasar akan didorong untuk menempati pasar tersebut.
“Para pedagang pasar sudah didata. Soal harga mereka tidak ada masalah, bahkan sudah disepakati. Rencannya tanggal 27 besok pemenang tender akan mengajak para pedagang dan asosiasinya untuk melihat-lihat bagaimana cara pengelolaan pasar yang bagus seperti di Pasar Jaya,” tutur Samsuri, Kamis (21/2/2019).
Menurut Samsuri, pihak pemenang tender juga akan mengajak para pedagang dan asosiasi untuk studi banding ke Pasar Jaya, agar para pedagang faham, bagaimana pengelolaan pasar yang bagus dan modern.
Dijelaskan Samsuri, pembangunan ini akan dilakukan di sekitar jembatan dekat Pasar Rengsdengklok yang sudah selesai dibangun. Sementara nantinya, posisi lahan bekas Pasar Rengasdengklok akan dijadikan pendestrian dan taman-taman kota yang akan dianggaran di Tahun Anggaran 2020. “Lokasi bekas Pasar Rengasdengklok nantinya akan dijadikan ruang terbuka hijau, akan dibangun pendestrian dan taman-taman kota,” timpal Samsuri.
Selain sarana penunjang infrastruktur, sambung Samsuri, di dalam Pasar Rengasdengklok nanti juga akan ada terminal lintasan angkot (bukan terminal murni), untuk mempermudah akses lalu lintas para pengunjung pasar dengan kendaraan umum.
Dipastikan Samsuri, daya tampung Pasar Rengasdengklok nanti sangat besar, sehingga akan dibagi tiga klaster, yaitu pasar modern, toko-toko dan lapak. “Yang paling banyak nanti dibangun lapak-lapak. Kemarin kita fasilitasi 400 lapak, tapi masih kurang, minta 700 lapak,” terangnya.
Untuk restrubusi sendiri nantinya sekitar 800 juta akan masuk ke kas daerah. Sementara untuk investasi pembangunan Pasar Rengasdengklok, Samsuri tidak terlalu banyak mengetahui. “Untuk rencana investasi saya tidak terlalu baca detail, ya tapi cukup lumayan besar,” pungkasnya. (pls)






