“Kerajinan dari buah maja (Beurenuk) mudah pecah dan prosesnya lama, membuat saya mencoba membuatnya dari batok kelapa, sebab lebih awet dan bagus,”
BaskomNews.com – Siapa sangka jika batok kelapa yang biasanya dianggap sampah atau limbah yang harus segera dibuang, ternyata bisa disulap menjadi sebuah kerajinan tangan yang ada nilai harganya.
Meskipun mengaku terkendala pemasaran, namun Adung Suganda (37), pengrajin dari bahan batok kelapa ini memiliki impian agar olahan tangannya bisa dilirik orang banyak dan menjadi sebagai kerajinan cindramata khas Kabupaten Karawang.
Warga Dusun Tegal Luhur No. 191 RT 03/02 Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur ini sudah satu tahun membuat kerajinan dari bahan batok kelapa. Sementara sebelumnya, Adung membuat mainan anak-anak dari bahan buah maja (buah beurenuk) dengan karakter anak dengan cara diukir.
“Kerajinan dari buah maja (Beurenuk) mudah pecah dan prosesnya lama, membuat saya mencoba membuatnya dari batok kelapa, sebab lebih awet dan bagus,” tutur Adung, saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (3/3/2019).
Dikatakan Adung, saat ini dia masih bekerja sebagai OB di perusahaan swasta Karawang. Namun dari keahliannya yang menyulap batok kelapa menjadi kerajinan, Adung memiliki impian agar bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri, khususnya di sekitar tempat tinggalnya.
”Saya ingin usaha kerajinan dari batok kelapa ini bisa berkembang dan dikenal luas, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan,” harapnya.
Selain lampu batok kelapa, Adung juga membuat kerajinan dari batok kelapa lainnya seperti mainan ayam, kuda dan lain sebagainya. Harga lampu batok kelapanya dibandrol dari mulai Rp 100 ribu – Rp 150 ribu. ”Modalnya sih kecil, tapi tingkat kerumitannya yang sulit, satu lampu batok pun saya buat selama dua hari di sela libur bekerja,” timpal Adung.
Dikatakan Adung, ia sendiri belajar membuatan kerajinan dari batok kelapa ini secara otodidak. Dengan menggunakan beberapa perkakas sederhana seperti kikir, gregaji, bor, ampelas, lem dan tahap akhir agar hasil krajinan bagus dan mengkilat batok di pernis.
”Untuk batang bawah penyangga lampu batok saya menggunakan batang dari pohon jambu, karena lebih mengkilat saat di pernis dan lebih kuat,” katanya.(red)






