“Sehingga, ketika anak-anak uji kompetensi ini akan terlihat mereka mamampu memenuhi kebutuhan kerja,”
BaskomNews.com – Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI) terus mendorong pertumbuhan angkatan kerja dari kelulusan sekolah kejuruan melalui peningkatan sertifikasi dan kompetensi.
Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakhiri dalam kegiatan penyerahan secara simbolis penerima SK Lisensi LSP P1, di SMK Karya Guna 1, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (21/3/2019).
Hanif mengatakan, peningkatan sertifikasi ini dimaksudkan agar kompetensi kelulusan dari sekolah kejuruan itu dapat memenuhi pasar kerja dalam dunia industri.
Menurutnya, untuk mendongkrak angka pengangguran bagi angkatan kerja baru, perlu adanya dorongan kompetensi di sejumlah sekolah kejuruan yakni lisensi sertifikasi.
Saat ini, lanjutnya, problemnya ada dua yakni mix and macth dimana angkanya cukup tinggi diatas 50 persen. Jadi ibarat ada empat orang kelulusan, mereka duanya tidak macth dengan kebutuhan pasar kerja.
Oleh karena itu, dijelaskan Hanif, tentunya banyak hal yang harus diperbaiki mulai dari guru, sarana dan prasarana, serta tata kelola.
“Salah satu kontribusi dari Kementerian Tenaga Kerja memastikan akan sertifikasi dan kompetensi terus diperbaiki. Sehingga, ketika anak-anak uji kompetensi ini akan terlihat mereka mamampu memenuhi kebutuhan kerja,” jelasnya.
Hanif mengungkapkan, kemampuan atau skill merupakan alat tukar di dalam pasar kerja yang sangat kompetitif. “Skill adalah sertifikasi. Jadi, salah satu alat pengakuan sebagai instrumen keahlian yang kita miliki,” ujarnya.
Dia juga meminta kepada pengusaha atau dunia usaha agar melakukan rekrutmen berbasis pemberdayaan kompetensi. “Selama ini yang kita ketahui, kalau ada lowongan kerja syaratnya lulusan SMA, Diploma atau Sarjana. Makanya, kita minta jika ada lowongan kerja, misalnya syarat kelulusan SMK minimal sertifikasi kompetensi Otomotif,” tandas Hanif.
Sementara itu, Kepala Sekolah Karya Guna I Bekasi, Achmad Matsirudin berharap, kedepannya ada persiapan kelulusan SMK dapat berkompetisi di dunia industri. Sebab, jumlah pengangguran kebanyakan dari sekolah SMK.
“Kita menangani kelulusan sesuai dengan kebutuhan kerja. Kedepan ada kerjasama, maka kelulusan siswa siap kerja,” pintanya.
Menurutnya, esensi sertifikasi tidak menjamin 100 persen kelulusan. Namun lisesnsi itu ada yang kompeten da nada pula yang tidak kompeten.
Sertifikasi yang diberikan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dikatakannya, tergantung dari siswa yang berkompeten. Apakah mereka dinyatakan lulus atau tidak lulus dan langsung diberikan sertifikasi. “Lisensi sertifikasi itu harus siap kerja di perusahaan,” kata Achmad.
Perlu diketahui, SMK Karya Guna I Bekasi berdiri sejak tahun 1997 memiliki jurusan Otomotif, Multimedia, Elektronik dan Audio. Setiap tahunnya, angkatan kerja yang memasuki dunia industri mencapai 60 persen lebih, sisanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan wirausaha. (cr1)






