Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Siap-siap, Petisi Minta KPK Datang ke Karawang akan Berlanjut di Media Sosial?

Direktur Yayasan Kita-kita, Iwan Somantri.
banner 468x60

BaskomNews.com – Bagi anda warga Karawang yang menginginkan keadilan penegakkan hukum di Karawang atas beberapa persoalan kasus hukum yang tak kunjung dapat diselesaikan, Yayasan Kita-kita, komunitas Karawang Guyub, serta Presidium Majelis Rakyat Karawang akan kembali membuka petisi minta KPK datang ke Karawang melalui media sosial.

Berbeda dengan sebelumnya, petisi minta KPK datang ke Karawang sebelumnya dilakukan dengan tanda tangan dan menyerahkan foto copy KTP sebagai bentuk dukungannya. Sementara petisi berikutnya, anda cukup memberikan pernyataan.

banner 336x280

Direktur Yayasan Kita-kita, Iwan Somantri mengatakan, petisi untuk meminta KPK datang ke Karawang selanjutnya adalah ‘petisi online’, yaitu akan meminta warga media sosial atau netizen di Karawang untuk ikut bersama-sama meminta KPK datang ke Karawang. Sementara target dari ‘petisi online’ ini sekitar 500 ribu dukungan.

“Setelah petisi kemarin kita serahkan ke KPK, petisi akan kembali berlanjut di dunia maya. Goal-nya sama, yaitu meminta KPK untuk datang ke Karawang. Targetnya sampai 500 ribu dukungan dari warga media sosial,” tutur Iwan Somantri, kepada BaskomNews.com.

Iwan kembali menjelaskan, petisi 27 tibu tanda tangan dan KTP masyarakat kemarin yang sudah diseragkan ke KPK merupakan bentuk kemarahan masyarakat Karawang saat melihat manajerial atau pengelolaan anggaran Pemkab Karawang yang selalu tidak efisien dan terkesan pemborosan.

Berawal dari persoalan pengadaan aquarium Rp 1 miliar di Rumah Dinas Bupati Karawang, sampai dengan persoalan gedung Pemda II yang menjurus ke persoalan sosial dan kriminal, semuanya mengawali gerakan petisi ini.

“Ini adalah puncak kemarahan masyarakat Karawang. Melihat tidak efisen dan pemborosan anggaran Pemkab. Berawal dari aquarium 1 miliar jadi runtah, jadi sampah. Gedung pemda II yang ditelantarkan, sampai ada buruh yang belum dibayar, sehingga mencuri 3 miliar. Hah, 3 miliar, sekelas kuli mencuri 3 miliar, ini tidak rasional bagi kita,” sindir Iwan.

“Belum lagi pembangunan Karangpwitan, Jalupang yang tidak selesai-selesai, dan masih banyak lagi persoalan Karawang yang menumpuk. Ini mau dibawa kemana Karawang,” tandas Iwan, saat menutup pernyataannya dengan pertanyaan.(red)

BACA SEBELUMNYA : Diam-diam Ribuan Warga Karawang Tandatangani Petisi Minta KPK Datang ke Karawang, Untuk Apa?

banner 336x280