Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Ambil Paksa Kendaraan Konsumen di Jalan dengan Ancaman, Kantor Jasa Pembiayaan BSM Digeruduk Pemuda Pancasila

Beberapa anggota Ormas Pemuda Pancasila Karawang sedang menunggu hasil mediasi di luar kantor jasa pembiayaan PT Buana Sejahtera Multidan, Selasa (26/3/2019).
banner 468x60

BaskomNews.com – Dianggap telah mengambil secara paksa satu unit kendaraan roda empat milik konsumennya di jalanan dengan nada ancaman, Perusahaan pembiayaan PT Buana Sejahtera Multidana (BSM) digeruduk Ormas Pemuda Pancasila.

Tidak senang dengan perbuatan tersebut, Konsumen BSM bernama Tata, Warga Pajeten Desa Sirnabaya, Kabupaten Karawang akhirnya mengambil langkah dengan cara meminta bantuan kepada MPC Pemuda Pancasila Karawang.

banner 336x280

Dalam mediasi yang terjadi pada Selasa (26/3/2019), Kuasa Hukum Pemuda Pancasila Karawang, Jasman Syahputra mengatakan, PT BSM telah mengambil satu unit kendaraan jenis truk milik konsumennya bernama Tata dengan cara paksa di jalanan. Bahkan pengambilan kendaraan dengan menggunakan jasa eksternal tersebut ada nada ancaman.

“Kemarin (25/03/2019), sopir yang sedang membawa mobil tersebut di bawah jembatan gempol tiba-tiba didatangi lima orang tak dikenal, dan langsung membawanya ke kantor Buana Multidana. Setelah itu dimintain data dan tanda tangan di dalam kantor, namun setelah turun ke bawah mobil tersebut sudah tidak ada. Ini kami ke sini meminta pertangungjawaban perusahaan ini yang telah merampas dan mengacam pada klien kami,” kata Jasman, SH.

Jasman menjelaskan, truk milik kliennya tersebut itu hanya dianggunkan, namun perilaku perusahaan sudah melebihi batas. Sehingga merupakan hal wajar jika pihaknya meminta dihadirkan kembali kendaraan tersebut.

“Kemarin kami sudah melakukan komunikasi, tapi pihak perusahaan tidak mengindahkan komunikasi kami. Ya hari ini kami datangi untuk meminta penjelasan. Ini kan hanya dianggunkan saja, tidak sebanding dong dengan nilai anggunan dengan nilai mobil,” katanya.

Di tempat yang sama, Ahmad Yani, Kepala Cabang Buana Multidana Karawang mengatakan, setelah mediasi adanya hasil  kesepakan untuk menghadirkan kembali kendaraan dan hanya membayar pokok tunggakannya saja. “Kendaraan ini sudah telat lima bulan. Benar bahwa pengambilan kendaraan tersebut melalui pihak eksternal kami, dan hanya membayar pokoknya saja,” katanya.

Menurut Ahmad, jika memang benar yang dilakukan pihak eksternalnya dengan cara mengambil kendaraan dengan ancaman, menurutnya itu sudah di luar prosedural. “Saya baru dengar tadi kalau adanya ancaman, saya belum konfirmasi. Kita akan beri sanksi kalau memang benar adanya ancaman dan pengambilan kendaraan, pengambilan ini sudah intruksi,” katanya.

Pantauan BaskomNews.com di lokasi, setelah berjam-jam menunggu hasil mediasi,  puluhan anggota Pemuda Pancasila terlihat memanas. Situasi ini berbuntut penutupan gerbang kantor Buana Multidana yang beralamat di Pasar Bersih Galuh Mas, Blok A-5 Karawang. (red)

banner 336x280