Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Dedi Mulyadi Sebut Kemenangan 60% Suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Karawang Target yang Realistis!

Seusai mengikuti kegiatan kampanye akbar di Stadion Singaperbangsa Karawang, beberapa massa kampanye secara bergantian berselfi ria bersama Dedi Mulyadi.
banner 468x60

BaskomNews.com – Ketua TKD Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai jika target kemenangan suara 60% di Kabupaten Karawang seperti yang dinginkan Capres Jokowi merupakan hal yang realistis. Karena menurutnya, hal tersebut berbanding lurus dengan capaian-capaian program pemerintahan Jokowi selama 4,5 tahun ke belakang.

“Pertama, hal yang disampaikan Pak Jokowi adalah hal yang realistis. Kita bisa melihat bahwa pergerakan waktu ke waktu ada grafik electability yang memadai, khususnya capaian-capaian program, terumata program-program yang bersentuhan dengan kerakyatan,” tutur Dedi Mulyadi, kepada awak media, seusai mengikuti kegiatan kampanye akbar Jokowi-Ma’ruf Amin, di Stadion Singaperbangsa Karawang, Selasa (9/4/2019).

banner 336x280

Menurut Dedi, seperti persoalan penanganan pendidikan, ketersediaan pangan terutama bagi masyarakat miskin dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), jaminan bersekolah dengan Program Keluarga Harapan (PKH), renovasi rumah yang tidak pernah berhenti yang programnya terintegrasi dari pusat sampai daerah, semuanya dilakukan di masa pemerintahan Jokowi.

“Kemudian, didorongnya infrastruktur pertanian yang semakin baik. Pembangunan irigasi dan perbaikan irigasi yang sudah ada sekarang, terutama di masyarakat Karawang dan sekitarnya. Tinggal satu saja menurut saya, yaitu program Pra Kerja,” kata Dedi Mulyadi.

Ketua DPD II Golkar Jawa Barat ini juga menyatakan, program Pra Kerja Jokowi ini harus terintegrasi, bukan hanya pada persoalan orang mencari kerja. Tetapi Link and Macth pendidikan yang harus dibenahi. Yaitu dimana pendidikan harus terintegrasi dengan dunia industri.

“Sebenarnya hari ini bukan persoalan orang menganggur. Tetapi kebutuhan akan profesionalisme di industri yang belum sepenuhnya terpenuhi. Sehingga sekolah-sekolah harus mulai diarahkan program pendidikan produktif. Dimana kalau pendidikannya SMK, maka teorinya cukup satu tahun. Dua tahun mereka sudah magang,” timpal Dedi Mulyadi.

Kemudian setelah itu, masih dikatakan Dedi, pendidikan tinggi juga harus diarahkan kepada sekolah manajer. Kawasan industri yang terbentang dari Karawang, Purwakarta, Subang dan Bekasi itu memerlukan manajer-manajer yang handal dan baru. Dedi pun mengaku sudah membuka sekolah manajer sejak lama dan sudah menghasilkan hampir 500 manajer baru yang tersebar.

“Kalau ini terintegrasi anak-anak sekolah dengan baik, kesehatan dijamin, kemudian rumah rakyat miskin dibangunkan pemerintah, ketersediaan pangan khususnya beras dan kemudian lauk pauk disediakan oleh pemerintah, maka sesungguhnya rakyat Indonesia sudah memasuki fase kesejahteraan. Tinggal peningkatan kualitas produktivitas rakyat.mTidak boleh terlalu banyak bermain gadget, harus banyak pada aspek-aspek yang bersifat produktif,” tandas Dedi Mulyadi.(red)

BACA SEBELUMNYA : Jokowi Optimis Bisa Menang 60% Suara di Karawang

banner 336x280