BaskomNews.com – Selain menyampaikan rasa optimisnya untuk kemenangan 60% suara di Kabupaten Karawang, Ketua TKD Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga menghimbau agar masyarakat tetap menjalankan demokrasi Pemilu 2019 dengan santai.
Karena menurutnya, ketegangan politik yang terjadi saat ini tidak ada di lapisan masyarakat bawah. Melainkan hanya di seputar wilayah perseteruan Media Sosial (Medsos).
Seraya mengamini pernyataan Capres Jokowi saat pidato politik di kampanye akbar Stadion Singaperbangsa Karawang, Dedi Mulyadi juga bersepakat jika setiap pesta demokrasi harus disambut gembira tanpa permusuhan. Karena menurutnya, demokrasi menegangkan tidak ada dalam tradisi demokrasi Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Sunda.
“Tidak boleh ada demokrasi yang menegangkan, tetapi demokrasi yang menyenangkan. Dimana masyarakat kita dibuat berbahagia. Statemen-statemen pemimpinya statemen yang membahagiakan, yang menyejukan. Bukan statemen-statemen yang mengajak pertikaian, mengajarkan hoax, perpecahan, permusuhan. Itu tidak ada dalam tradisi demokrasi Indonesia, khususnya orang sunda,” tutur Dedi Mulyadi, kepada awak media, seusai mengikuti kegiatan kampanye akbar.
Menurut Dedi, baru di Pemuli 2019 masyarakat dibuat tegang dengan situasi yang ada. Padahal menurutnya, ketegangan antar masyarakat yang berbeda pilihan politik hanya terjadi di media sosial.
“Harusnya demokrasi memang santai, rileks. Orang pemilu saja kita biasa saja kok dari dulu. Baru kali ini saja dibikin tegang-tegang. Ini mohon disadari bahwa yang ditegangkan itu publik. Walaupun sesungguhnya masyarakat umum lapis bawah tidak ada problem. Yang sibuk itu kan lapis medsos saja,” tandas Ketua DPD II Golkar Jawa Barat tersebut. (red)
BACA SEBELUMNYA : Dedi Mulyadi Sebut Kemenangan 60% Suara Jokowi-Ma’ruf Amin di Karawang Target yang Realistis!












