BaskomNews.com – Anjloknya harga gabah di Kabupaten Karawang membuat petani di kota berjuluk lumbung padi semakin menjerit meratapi fenomena ini. Entah faktor apa yang membuat terjadinya persoalan ini?
Di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Karawang saja contohnya, harga gabah hanya dibeli kisaran Rp 3.500 per kilogram. Bahkan yang lebih ronisnya lagi, gabah dari petani malah tidak ada yang mau membeli.
Mendengar keluhan dari petani karena hasil panen gabahnya tidak ada yang mau membeli, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamaksyari, menyambangi kantor Bulog Sub Drive Karawang, Senin (15/4/2019).
Saat melakukan kunjungan, Kang Jimmy sapaan akrab Wabup menanyakan antisipasi seperti apa yang bakal dilakukan Sub Drive Bulog Karawang untuk mengantisipasi anjloknya gabah petani.
Maka dari itu, Kang Jimmy pun meminta agar Sub Drive Bulog Karawang untuk lebih cepat bergerak kelapangan bilamana ada keluhan dari petani karena gabahnya dibeli dengan harga murah.
“Satgas dan Bulog harus segera bergerak cepat ke lapangan mulai hari ini dan seterusnya, hal ini untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah petani,” pinta Kang Jimmy.
Saat ini, dijelaskan Kang Jimmy, harga gabah dilapangan khususnya di Kabupaten Karawang hanya Rp 3500. Padahal, lanjut Kang Jimmy, idealnya harga gabah itu senilai Rp 4.200.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan petani, padahal hasil panen ini adalah harapan para petani,” jelas Kang Jimmy.
Mendengar kabar tersebut dari Kang Jimmy, Wakil Kepala Sub Drive Bulog Karawang, Kurniadi mengatakan kalau Bulog sebenarnya sudah melakukan antisipasi dengan cara membeli gabah sesuai dengan ketentuan kualitas.
“Di (Kecamatan) Jatisari kita sudah menyerap dan membeli. Dan Minggu, di Cirejag Desa Pundong menyerap membeli gabah petani. Kami akan langsung mengecek dan turun kelapanagan untuk memastikan harga dilapangan,” pungkas Kurniadi. (pls)






