BaskomNews.com – Bila terjadi gangguan keamanan yang mengancam masyarakat atau petugas TPS dengan menggunakan sajam dan lainnya. Personil Polri yang ada di lokasi bisa melumpuhkannya dengan senjata yang dimilikinya.
Pernyataan tersebut dilontarkan Kapolres Purwakarta AKBP Matrius, saat Apel Gelar Pasukan Penggeseran Pengamanan Pemungutan Suara Pemilu 2019 bertempat di Lapangan Patria Tama Polres Purwakarta, Senin (15/4/2019).
Kapolres mengatakan, Polri dibantu TNI berjumlah 1.124 personil serta rekan-rekan Linmas ini dibagi dalam pengamanan TPS dari mulai tingkat desa, tingkat kecamatan, Rayonisasi, serta pasukan khusus sudah disiapkan.
Untuk pengamanannya sendiri, lanjut Kapolres, tergantung karakteristik kerawanan TPS. Bila TPS tertentu aman, jajarannya menggunakan pola 14 TPS yang meliputi 2 anggota Polri di bantu 28 anggota linmas.
“Hanya dua lokasi saja yang katagori rawan karena letak geografisnya, TPS di Kecamatan Tegal Waru karena harus menyebrang sungai, dan TPS yang ada di Kecamatan Sukasari karena akses jalan berlumpur harus menggunakan sepeda motor trail,” kata AKBP Matrius.
Tujuan apel ini, dijelaskan Kapolres, menunjukan bukti kesiapan pasukan TNI dan Polri dalam mengamankan Pemilu 17 April 2019, dan membuktikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu takut datang ke TPS, karena TNI dan Polri menjamin keamanan masyarakat sampai ke lokasi pemungutan suara.
Ditempat yang sama, Dandim 0619 Purwakarta Letkol ARH Yogi Nugroho mengatakan, untuk wilayah Purwakarta pihaknya sudah menyiapkan personil Kodim Purwakarta berjumlah 300 prajurit. Kemudian, ada juga Resimen Batalyon Armed sebanyak 500 personil, dan dari Armed V ada sebanyak 2 prajurit SSK.
“Artinya dengan gelar pasukan sekarang ditambah rekan-rekan dari Kepolisian kemudian ada rekan-rekan dari Linmas, bersama-sama dengan komponen KPU dan BAWASLU kita siap melaksanakan pengamanan pemilu 2019 ini,” pungkas Letkol ARH Yogi Nugroho. (cr3)






