BaskomNews.com – Raihan suara Partai Golkar Kabupaten Karawang Jawa Barat pada Pileg 2019 ini diprediksi anjlok atau menurun. Menurunnya angka pemilih Partai Golkar ini dinilai tidak lepas dari kepemimpinan Ketua DPD Golkar Karawang, H. Syukur Mulyono.
Yaitu dimana pada Pileg 2014 lalu saat Golkar Karawang dipimpin H. Dadang S Muchtar (Dasim), Golkar Karawang bisa meraih perolehan suara sampai 8 kursi di DPRD Karawang. Namun di Pileg 2019, suara Partai Golkar diprediksi menurun sampai 7 kursi di parlemen Karawang.
Melihat kondisi ini, Aktivis SOKSI Karawang, Dona Romdona menilai jika Partai Golkar Karawang perlu dilakukan evaluasi. Pasalnya, hasil Pileg 2019 tidak menggembirakan. “Pemilu 2014 Golkar mendapatkan 8 kursi di DPRD Kabupaten Karawang, sekarang malah menjadi 7 kursi,” tutur Dona Romdona, Senin (29/4/2019).
Lebih lanjut, aktivis pendiri Golkar ini mengkritik kepemimpinan Ketua DPD Golkar Karawang. Yaitu dimana kepemimpinan H. Syukur Mulyono dinilai tidak mampu mendorong kader-kader terbaik Golkar Karawang untuk bertarung di Pileg 2019.
“DPD Partai Golkar Karawang tidak mampu mendorong kader-kader yang potensial untuk dijadikan caleg, akhirnya berimplikasi pada hasil pemilu,” timpal Dona.
Padahal disindir Dona, sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Karawang H. Sukur Mulyono pernah mengatakan bahwa Golkar Karawang memiliki target 14 kursi di Pileg 2019. Namun pada kenyataannya perolehan suara golkar malah anjlok. Jangankan untuk mempertahankan jumlah 8 kursi Golkar di Parlemen Karawang, kenyataanya malah turun menjadi 7 kursi.
“Ini adalah sejarah terburuk Partai Golkar di Karawang di pemilu 2019. Sekali lagi perlu dievaluasi, agar Partai Golkar Karawang bisa Move-on di kemudian hari,” tandas Dona, yang mengaku mendapatkan hasil perolehan suara Golkar Karawang yang menurun berdasarkan hasil Pleno PPK se-Karawang.(red)












