Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

May Day, Jimmy Kilas Balik Perjalanannya Gebrak Perusahaan

Dokumentasi foto Kang Jimmy melakukan sidak di perusahaan sampai dengan mengumpulkan lamaran kerja di rumah dinas dan rumah pribadinya.
banner 468x60

BaskomNews.com – Pada kesempatan May Day 1 Mei 2019, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) meminta ma’af kepada seluruh masyarakat Karawang, khususnya anak muda para pencari kerja (Pencaker).

Karena alasan ‘keterbatasan kewenangan’ sebagai wakil bupati, Kang Jimmy mengaku belum bisa mendorong dengan maksimal tenaga kerja lokal untuk bisa masuk bekerja di industri yang ada di Karawang.

banner 336x280

“Untuk masyarakat Karawang saya minta ma’af belum bisa maksimal membantu warga sendiri,” tutur Kang Jimmy, kepada awak media, Rabu (1/5/2019).

Pada kesempatan Hari Buruh 1 Mei 2019 ini, Kang Jimmy mencoba melakukan kilas balik perjalanan dirinya dalam mendorong tenaga kerja lokal di Karawang. Dulu, Kang Jimmy mengaku sudah melakukan gebrakan ke semua kawasan industri untuk meminta anak muda Karawang agar bisa bekerja di perusahaan.

Sebetulnya, sambung Jimmy, dulu perusahaan sudah buka pintu lebar. Maka kemudian ia melakukan ‘potong kompas’ mengumpulkan lamaran kerja di rumah dinas dan rumah pribadinya, dengan tujuan memotong mata rantai oknum yayasan penyalur kerja.

“Karena sudah jadi rahasia umum, saat itu yang baru nitip lamaran kerja ke yayasan saja harus bayar 200 ribu dengan alasan uang member. Ini cerita 4 bulan setelah saya dilantik jadi wakil bupati,” kata Kang Jimmy.

Namun akhirnya, sambung Jimmy, banyak pihak yang merasa gerah dengan langkah taktis yang dilakukannya. Sehingga lahirlah konflik elit. Beberapa pihak dinilai Jimmy telah melakukan mangemen konflik untuk menghentikan langkahnya dalam mengumpulkan lamaran kerja.

“Maka ahirnya saya harus sadar dengan posisi saya. Kemudian semua rekuitmen tenaga kerja diberikan satu pintu ke Disnaker. Saya mohon maaf belum bisa maksimal membantu warga sendiri,” papar Jimmy.

“Tapi insya Allah, saya tidak akan nyerah. Karena bagi saya yang terlahir di atas tanah Karawang, gede (besar) di Karawang. Insya Allah, maot oge (mati juga) dikubur di Karawang. Suatu saat nanti orang Karawang harus berdaulat di atas tanah sendiri,” tandas Kang Jimmy.(red)

banner 336x280