BaskomNews.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Karawang menggelar kegiatan refleksi dalam rangka memperingati agenda penting, tragedi pasca perayaan paskah di Negara Sri Langka, yakni terjadi pemboman di beberapa rumah ibadah yang menewaskan banyak korban jiwa.
Selain itu, momentum hari buruh yang di peringati pada tanggal 1 Mei atau sering dikenal May Day juga dihelat oleh GMKI yang digelar di Bunderan Mega Mall Karawang ini. Terakhit, GMKI juga melakukan refleksi Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2019.
Kegiatan refleksi tersebut digelar Kamis (2/5/2019), sekitar pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa, khususnya anggota GMKI Karawang. Adapun yang isu yang diangkat dalam refleksi yang dihelar GMKI Karawang ini diantaranya :
Tragedi Pengeboman di Sri Langka
Momentum perayaan paskah harus menjadi hari yang berbahagia buat Umat Nasrani di seluruh dunia. Namun berbeda dengan di Sri Langka kemarin, perayaan paskah menjadi tragis ketika dalam kondisi ibadah terjadi pristiwa pemboman yang mana menewaskan ratusan korban.
Ledakan tersebut terjadi pasca perayaan paskah di lokasi gereja, hotel dan salah satu rumah. Yaitu dimana pengeboman tersebut diklaim telah dilakukan oleh kelompok ekstremis radikal yaitu ISIS.
Peringatan Hari Buruh Internasional
Tanggal 1 Mei merupakan hari yang diperingati sebagai hari buruh, guna mengenang perjuangan para buruh, khususnya buruh yang ada di Indonesia. Selain itu, kasus buruh yang cukup komplek acap kali sulit diselesaikan, sehingga buruh perlu menyampaikan aspirasinya.
Khusus di Karawang sendiri, kasus buruh juga cukup besar, mengingat Karawang sebagai kota industri yang mana banyak memakai tenaga buruh diantaranya persoalan yang terjadi baik Indonesia maupun Karawang seperti upah dibawah UMK, tidak diberi jaminan sosial, masa kerja lebih dari 8 jam, tidak diberikan THR/THN, tidak diberi upah lembur dan penahan dokumen asli seperti ijasah kiranya persoalan semacam ini dapat terselesaikan karena merupakan amanat dari Undang-undang.
Hari Pendidikan Nasional
Pendidikan merupakan sarana bagi anak bangsa atau suatu negara, guna menciptakan kemajuan secara baik di negara tersebut. Pendidikan kita saat ini menghadapi dua tantangan yang serius, yakni perubahan perilaku sosial dan perilaku individual yang merusak nilai-nilai adi luhur bangsa. Sehingga persoalan pendidikan yang terjadi di Indonesia khususnya Karawang masih sulit diselesaikan, terutama soal pemerataan pendidikan.
Selain itu, pendidikan harus mampu menjadi pusat perhatian pemerintah khususnya bagi mereka yang tidak mampu sesuai dengan amanat Undang-undang yang merupakan kewajiban negara dalam mencerdaskan masyarakat, agar dapat terealisasi demi terwujudnya cita-cita bersama Indonesia yang maju dan sejahtera.
Demikian disampaikan Ketua BPC GMKI Cabang Karawang, Sepri Antoni Sitopu, pada refleksi tersebut di Jalan Bundaran Ramayana Karawang.

Belakangan ini, lanjut Sepri Antoni, masalah yang marak terjadi adalah persoalan ketenagakerjaan, persoalan pendidikan dan kasus terorisme yang baru-baru ini menimpah warga Sri Langka akibat ulah kelompok ekstremis radikal.
Tentunya hal ini sangat dikecam. Berharap tidak terulang kembali khususnya di Indonesia. Menurut Sepri, hal ini harus disikapi sebagai masyarakat yang berprikemanusian demi menciptakan keberadaban yang damai dan sejahtera. Sehingga semua elemen masyarakat harus bersama-sama ikut berdoa dan berempati untuk merasakan persoalan yang terjadi di Sri Langka.
“Selain itu refleksi ini mengingatkan kita bahwa sebagai kaum terdidik yakni mahasiswa tidak bisa diam melihat ketidak adilan merajarela, baik persoalan kemanusian, kesejahteraan para pekerja, dan pendidikan yang harusnya merata dan tepat sasaran,” pungkasnya.(red)






