BaskomNews.com – Di bawah pimpinan H. Sukur Mulyono, suara Partai Golkar Karawang di Pileg 2019 merosot. Beberapa pihak meminta agar Partai Golkar dievaluasi.
“Evaluasi Partai adalah kebutuhan sebagai tanda partai modern, agar ke depan Partai Golkar berkibar kembali di pangkal perjuangan,” kata Muslim Hafidz, Ketua Bidang Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Rabu (7/5/2019).
Merosotnya suara Partai Golkar di Karawang, menurut Muslim, jika dibandingkan dengan Pemilu tahun 2014 suara partai Golkar di Karawang memperoleh suara sebanyak 198.032. Sedangkan di Pileg tahun 2019 perolehan suara Partai Golkar sebanyak 149.566.
Sehingga Partai Golkar di Karawang kehilangan suara sebanyak 48.466 suara. “Angka yang cukup besar jika dikonversi jadi kursi. Dan kedua, hasil kursi pemilu 2019, jika rujukannya pemilu 2014, Golkar kehilangan 1 (satu) kursi,” papar Muslim.
Kemudian kata Muslim, suara Golkar Karawang di semua dapil mengalami penurunan, kecuali daerah pemilihan (Dapil) 5. Di Dapil 1 (satu) pada pemilu tahun 2014 mendapatkan 43.958 suara, sedangkan pada Pemilu 2019 mendapatkan 22.282 suara, mengalami penurunan yang signifikan yaitu 21.676 suara.
Di dapil 2, penurunan Partai Golkar tidak signifikan, hanya 3.308 suara. Pemilu 2014 mendapatkan 28.995 suara sedangkan tahun 2019 sebanyak 25.687 suara.
Dapil 3 dan 4 mengalami penurunan yang sama dikisaran 13.000-an. Dapil 3, mendapatkan 33.086 suara sedangkan pemilu 2019 sebanyak 20.047 suara dan dapil 4 dari 27.496 menurun menjadi 14.264.
Dapil 5 yang melingkupi Cikampek, Kota Baru, Banyusari, Tirtamulya dan Jatisari, Partai Golkar mengalami suara yang signifikan yaitu 45.927 suara dari sebelumnya 35.336 suara.
Dan terakhir Dapil 6 yang melingkupi Kecamatan Purwasari, Klari, Ciampel, Karawang Timur, Majalaya yang digadang-gadang mendapatkan 2 kursi, nyatanya suaranya turun, dari 29.161 suara menjadi 21.359 suara, turun sebanyak 7.802 suara.
Melihat hasil di atas, masih disampaikan Muslim, DPD Partai Golkar Karawang harus jeli dalam menempatkan caleg. Karena jika tak jeli dalam menempatkan caleg kemungkinan hasilnya seperti sekarang ini.
Manajemen strategi Partai yang smart, smooth dan menggembirakan harus kembali menjadi evaluasi Partai Golkar Karawang. “Evaluasi ini sebagai tanda sayang kami sebagai kader, harapannya mau menerima masukan ini,” pungkasnya.(pls)












