BaskomNews.com – Nama lengkapnya Ai Mulyadi A.MKeb, Bidan Praktek Mandiri (BPM) asal Desa Pulomulya Kecamatan Lemahabang Kabupaten ini sudah dua tahun terakhir memberikan pelayanan berobat gratis kepada warga yang kurang mampu (miskin).
Tanpa berpikir untung atau rugi, setiap hari jumat Bidan Ai membuka lebar tempat prakteknya untuk warga yang kurang mampu yang ingin berobat, dari mulai pagi sampai malam hari. Semuanya dilakukan Bidan Ai atas dasar keprihatinan terhadap warga sekitar yang tidak mampu berobat dengan biaya mahal.
Terlebih, lokasi Puskesmas di Pulojaya cukup jauh untuk warga sekitar ketika ingin berobat. “Saya prihatin saja melihat warga yang mau berobat ke puskesmas jauh. Jadi saya inisiatif membuka pengobatan gratis setiap hari Jumat,” kata Bidan Ai, saat berbincang dengan wartawan di tempat prakteknya.
Dikatakan Bidan Ai, praktek berobat gratis setiap hari jumat yang dilakukannya dibuka pukul 07.00 WIB sampai malam hari. Ia mengaku akan menutup tempat prakteknya tersebut sampai malam hari, ketika sudah tidak ada lagi warga yang datang untuk berobat. “Ya sampai tidak ada pasien saja. Kadang sampai malam ada saja yang berobat,” katanya.

Dijelaskannya kembali, warga yang datang berobat gratis sebenarnya hanya disosiasasikan melalui mulut ke mulut dibantu para kader Posyandu. Sementara obat-obatan yanh diperlukan warga ia beli dari uang gaji yang disisihkannya.
“Untuk obat biasanya saya beli sendiri yang disisihkan dari gaji saya. Dan saya berharap dengan pengobatan gratis ini bisa membantu masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat bisa lebih sehat saja,” timpal Bidan Ai.
Salah seorang pasien asal Desa Puokalapa, Mak Anti (60) mengaku mengetahui pengobatan gratis dari tetangga. Mak Anti sengaja mengaku datang ke tempat praktek Bidam Ai untuk bisa berobat gratis. Sebab kalau harus membayar ia mwngaku tidak memiliki uang.
“Kalau ke dokter biayanya harus bayar Rp 180 sampai Rp 210 ribu. Dengan adanya pengobatan gratis ini sangat membantu,” kata Mak Anti yang mengalami darah tinggi, asma dan maag.
Mak Anti sendiri mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis tersebut. Karena dengan kondisi ekonomi pas-pasan, Mak Anti tidak mampu bisa berobat seperti warga mampu lainnya.
“Kondisi badan saya mulai membaik setelah rutin berobat ke Bidan Ai. Emak dan warga lain merasa sangat terbantu dengan adanya berobat gratis di tempat praktek Bidan Ai ini,” tandas Mak Anti.(red)






