Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Banyak Warga Pendatang di Karawang Belum Miliki KTP, Disdukcatpil Gelar Operasi Simpatik

Kepala Disdukcatpil Karawang, Yudi Yudiawan, saat memberikan keterangan pers di tengah-tengah operasi simpatik masih berlangsung.
banner 468x60
BaskomNews.com – Puluhan ribu warga diklaim melakukan urbanisasi ke Kabupaten Karawang Jawa Barat setiap tahunnya. Ironis, warga pendatang ini belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP dan KK (Kartu Keluarga) sampai 3 tahun lebih lamanya selama tinggal di Karawang.
Menyikapi persoalan ini, pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Disdukcatpil Karawang menggelar Operasi Simpatik di beberapa titik lokasi yang sebelumnya sudah menjadi sasaran kedatangan warga pendatang.
Seperti pada Selasa (11/6/2019) siang, Disdukcatpil menggelar Operasi Simpatik di Terminal Klari-Karawang. Setiap warga (pemudik) yang turun dari angkutan (bis) dicek satu persatu identitas kependudukannya.
Para petugas Operasi Simpati.

Melalui kesempatan ini, Kepala Disdukcatpil Karawang, Yudi Yudiawan mengatakan, Operasi Simpatik ini sebenarnya bukan hanya ditunjukan untuk mengecek warga pendatang pasca libur lebaran. Melainkan juga untuk mengecek warga pendatang lain yang sudah tinggal 2 tahun di Karawang, tetapi belum memiliki dokumen kependudukan.

Setiap warga yang singgah di Terminal Klari ini, sambung Yudi, akan dicek data kependudukannya. Kemudian diberikan brosur syarat-syarat membuat dokumen kependudukan. “Brosur sudah kita sebar. Nanti jam 12-an baru akan kita ketahui output-nya, berapa banyak brosur yang sudah disebar,” tutur Yudi Yudiawan.

banner 336x280

“Ini bukan operasi yustisi, tapi lebih kepada operasi simpatik. Kalau operasi yustisi tegas, ketika warga pendatang tidak memiliki dokumen kependudukan, maka disuruh pulang lagi balik ke kampung halaman,” timpal Yudi.

Namun ditegaskan Yudi, operasi yustisi juga akan dilakukan Disdukcatpil Karawang dalam waktu dekat. Operasi yustisi ini akan dilakukan bersama Satpol PP dan Bappenda Karawang, terkait rencana penerapan Perda Pajak Kos-kosan.

“Kita akan koordinasi dulu dengan Satpol PP. Berdasarkan data ini, sasaran utama operasi yustisi adalah kos-kosan dan rumah kontrakan. Karena seperti pendatang yang tinggal di belakang Hotel Swisbellin saja terdata sampai 95 orang. Mereka sudah tinggal 3 tahun lebih di Karawang, tapi belum miliki dokumen kependudukan,” beber Yudi, sembari mengaku jika Operasi Simpati akan berlanjut pada Rabu (12/6/2019) besok, di Terminal Tanjungpura. (red)

banner 336x280