BaskomNews.com – Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang Jawa Barat yang menyatakan sikap menolak keras segala bentuk aksi anarkisme menjelang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), kini giliran Tokoh Gereja Karawang yang menyatakan sikap yang sama.
Ketua Badan Kerja Sama Gereja-gereja (BKSG) Karawang, Pendeta Dr. Yosef Antonius mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas proses Pemilu 2019 yang sudah selesai. Kalaupun saat ini ada proses gugatan di MK, ia berharap agar prosesnya berjalan aman dan tertib, tanpa adanya ekses anarkisme.
“Sebagai anak bangsa tentunya kami sangat mengharapkan ketenangan dan keutuhan dalam hidup berbangsa dan bernegara di NKRI ini. Kami sangat bersyukur buat semua proses Pemilu yang telah berlalu. Dan kalaupun sekarang sedang dalam proses (gugatan di MK, red), kiranya tetap terjaga kondusivitas dalam dinamika negara kita,” tuturnya, kepada BaskomNews.com, Rabu (12/6/2019).
Khususnya di Karawang, sambung Pendeta Yosef, pihaknya selalu menjaga kerukunan antar umat beragama di dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih, komitmen dalam menjaga persatuan dan kesatuan tersebut sudah terwadahi dalam Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB).
“Sudah menjadi bagian kami di FKUB Karawang untuk tetap bersama sebagai umat lintas agama berkomitment mengawal dalam iman kepada Tuhan dalam doa-doa kami. Yeremia 29:7 (TB), usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu,” timpal Pendeta Yosef.
“Sekali lagi kami berharap pemilu damai, realcount damai, dan damailah Indonesia-ku,” pungkas Pendeta Yohanes.(red)






