“Bayangkan jika 954 industri merekrut 20 siswa/siswi, maka setiap tahun akan ada 19.080 anak-anak kita yang sudah siap kerja”
BaskomNews.com – Menindaklanjuti hasil sidak Wakil Bupati Karawang dan Disnakertrans Karawang ke PT. Chunetsu di KIIC pada Rabu kemarin (12/6/2019) yang menyimpulkan masih banyaknya rekruitmen tenaga kerja dari luar Karawang, akhirnya Kamis siang (13/6/2019) digelar pertemuan lanjutan bersama Apindo, Kadinda dan Forum HRD Karawang, di Aula Hotel Akhsaya Karawang.
Dalam rapat yang digelar, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menyampaikan, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana sudah setuju dengan program ‘Bapak Asuh’ kemitraan tenaga kerja ini. Yaitu dimana setiap perusahaan akan diwajibkan mengambil 20 siswa/siswi SMK, SMA dan sederajatnya untuk dijadikan anak asuh per tahun. Para siswa/siswi ini akan dididik selama 6 bulan oleh perusahaan untuk menjadi tenaga kerja handal siap kerja.
Dari 1.760 industri/pabrik di Karawang, sambung Kang Jimmy, ada 954 industri manufaktur yang akan diwajibkan dalam program ‘Bapak Asuh’ kemitraan tenaga kerja ini. Aturan dari program ini nantinya akan dirumuskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang ditindaklanjuti MoU (Memorandum of Understanding) antara perusahaan dengan pihak sekolah.
“Saya yakin program bapak asuh ini pasti berjalan. Karena pimpinan saya bupati sudah setuju. Saya kemarin japri temen-temen Astra dan lainnya, mereka setuju kok. Bayangkan jika 954 industri merekrut 20 siswa/siswi, maka setiap tahun akan ada 19.080 anak-anak kita yang sudah siap kerja,” kata Kang Jimmy, dalam rapat.
Kepala Disnakertrans Karawang, H. Ahmad Suroto menjelaskan, dengan 954 industri manufaktur di Karawang, setiap tahunnya ada sekitar 20 ribu lowongan kerja. Namun 10 ribu quota lowongan kerjanya merupakan loker karyawan sebelumnya yang habis kontrak. Sementara lulusan SMK/SMA dan sederajatnya pertahun yang mayoritas menjadi pencaker mencapai 23 ribu jiwa.
Ditambahkan Suroto, sebenarnya program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’ ini hampir sama dengan program vokasi dan kemitraan dari Presiden Jokowi. Namun bedanya, program Bapak Asuh ini tidak hanya merekrut siswa SMK, melainkan juga siswa SMA dan sederajatnya. Terlebih, aturan mainnya akan lebih teknis melalui Perbup dan MoU antara pihak perusahaan dengan sekolah.
“Ini konsepnya sedang kita godok pelan-pelan. Draf Perbup dan MoU-nya besok juga sudah selesai. Setelah kita dorong Perbup-nya ke Ibu Bupati, nanti aturan main lebih teknis akan diatur dalam MoU,” kata Suroto.
Sementara itu, Ketua Kadinda Karawang, Fadludin menyatakan kesiapannya bersama Apindo dan forum HRD Karawang untuk menyambut positif program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’ ini. Karena menurutnya, program ini seakan menjadi nafas baru khususnya bagi Komite Vokasi Daerah (KVD) yang selama ini terkesan mati suri dan mengalami kebuntuan di dalam membantu persoalan tenaga kerja.
“Sebenarnya dari dulu kalau infrastruktur KVD sudah sangat siap. Bahkan KVD dari luar juga belajarnya ke kita ke Karawang. Makanya nanti kita minta dilibatkan saja di dalam program ini (Bapak Asuh, red). Bila perlu dilibatkan dalam klausul Perhup dan MoU-nya,” tandas Fadludin.(red)
Cellica-Jimmy Sudah Sepaham, Setiap Perusahaan di Karawang akan Diwajibkan Jadi “Bapak Asuh” Tenaga Kerja
BaskomNews.com – Menindaklanjuti hasil sidak Wakil Bupati Karawang dan Disnakertrans Karawang ke PT. Chunetsu di KIIC pada Rabu kemarin (12/6/2019) yang menyimpulkan masih banyaknya rekruitmen tenaga kerja dari luar Karawang, akhirnya Kamis siang (13/6/2019) digelar pertemuan lanjutan bersama Apindo, Kadinda dan Forum HRD Karawang, di Aula Hotel Akhsaya Karawang.
Dalam rapat yang digelar, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menyampaikan, Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana sudah setuju dengan program ‘Bapak Asuh’ kemitraan tenaga kerja ini. Yaitu dimana setiap perusahaan akan diwajibkan mengambil 20 siswa/siswi SMK, SMK dan sederajatnya untuk dijadikan anak asuh per tahun. Para siswa/siswi ini akan dididik selama 6 bulan oleh perusahaan untuk menjadi tenaga kerja handal siap kerja.
Dari 1.760 industri/pabrik di Karawang, sambung Kang Jimmy, ada 954 industri manufaktur yang akan diwajibkan dalam program ‘Bapak Asuh’ kemitraan tenaga kerja ini. Aturan dari program ini nantinya akan dirumuskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang ditindaklanjuti MoU (Memorandum of Understanding) antara perusahaan dengan pihak sekolah.
“Saya yakin program bapak asuh ini pasti berjalan. Karena pimpinan saya bupati sudah setuju. Saya kemarin japri temen-temen Astra dan lainnya, mereka setuju kok. Bayangkan jika 954 industri merekrut 20 siswa/siswi, maka setiap tahun akan ada 19.080 anak-anak kita yang sudah siap kerja,” kata Kang Jimmy, dalam rapat.
Kepala Disnakertrans Karawang, H. Ahmad Suroto menjelaskan, dengan 954 industri manufaktur di Karawang, setiap tahunnya ada sekitar 20 ribu lowongan kerja. Namun 10 ribu quota lowongan kerjanya merupakan loker karyawan sebelumnya yang habis kontrak. Sementara lulusan SMK/SMA dan sederajatnya pertahun yang mayoritas menjadi pencaker mencapai 23 ribu jiwa.
Ditambahkan Suroto, sebenarnya program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’ ini hampir sama dengan program vokasi dan kemitraan dari Presiden Jokowi. Namun bedanya, program Bapak Asuh ini tidak hanya merekrut siswa SMK, melainkan juga siswa SMA dan sederajatnya. Terlebih, aturan mainnya akan lebih teknis melalui Perbup dan MoU antara pihak perusahaan dengan sekolah.
“Ini konsepnya sedang kita godok pelan-pelan. Draf Perbup dan MoU-nya besok juga sudah selesai. Setelah kita dorong Perbup-nya ke Ibu Bupati, nanti aturan main lebih teknis akan diatur dalam MoU,” kata Suroto.
Sementara itu, Ketua Kadinda Karawang, Fadludin menyatakan kesiapannya bersama Apindo dan forum HRD Karawang untuk menyambut positif program ‘Bapak Asuh Kemitraan Tenaga Kerja’ ini. Karena menurutnya, program ini seakan menjadi nafas baru khususnya bagi Komite Vokasi Daerah (KVD) yang selama ini terkesan mati suri dan mengalami kebuntuan di dalam membantu persoalan tenaga kerja.
“Sebenarnya dari dulu kalau infrastruktur KVD sudah sangat siap. Bahkan KVD dari luar juga belajarnya ke kita ke Karawang. Makanya nanti kita minta dilibatkan saja di dalam program ini (Bapak Asuh, red). Bila perlu dilibatkan dalam klausul Perhup dan MoU-nya,” tandas Fadludin.(red)








