BaskomNews.com – Ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) meminta agar persoalan jual beli suara mantan Caleg DPR RI Partai Perindo Budi Santoso alias H. Engkus Kusnaya (EK) tidak hanya sekedar ditangani Bawaslu sampai tingkat Jawa Barat. Melainkan juga ditangani Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Pasalnya ditegaskan Jimmy, persoalan kasus jual beli suara yang melibatkan 12 PPK dan satu oknum Komisioner KPU Karawang ini jelas telah mencoreng etika penyelenggaraan pemilu.
“Menyikapi persoalan ini, saya mendorong agar persoalan ini tidak hanya sampai di level Bawaslu Jawa Barat, harus ditangani juga oleh DKPP. Karena ini menyangkut etika yang dilanggar dan pelanggarannya berat sekali,” tutur Kang Jimmy, Jumat (21/6/2019).
Selain itu, Jimmy juga meminta agar nama-nama 12 PPK dan oknum Komisioner KPU Karawang yang terlibat dalam persoalan ini dibuka ke publik secara transparan. Karena diyakininya, persoalan ini diduga kuat tidak hanya dilakukan caleg partai ‘EK’, melainkan juga ada parpol lain yang melakukan hal yang sama.
“Saya meminta agar persoalan ini dibuka secara transparan, partai mana saja yang mencoba bermain merubah suara di level KPPS, PPK daN KPU itu sendiri,” timpal Jimmy.
Pertama pada prinsipnya, Jimmy mengaku sangat menyayangkan atas persoalan jual beli suara ini. Kedua, ia mendoring agar oknum-oknum yang terlibat dibuka secara ke publik. “Karena saya yakin tidak hanya sekedar partai EK yang lakukan kongkalikong, tapi juga ada partai lain untuk memainkan suara,” kata Jimmy.
Ketiga, Jimmy juga mendorong agar DKPP untuk turun memberikan sanksi yang tegas, bila perlu apabila ditemuksan kongkalikong dari partai lain ikut didiskualifikasi hasil kemenangan pemilihannya, sesuai aturan main yang berlaku.
“Ini semua harus ditangani oleh DKPP, demi pemilu yang adil, jujur dan transparan,” tandas Jimmy.
Sebelumnya diberitakan, mantan Caleg ‘EK’ sendiri mangkir atau tidak bisa memenuhi panggilan pertama Bawaslu Karawang atas persoalan ini. EK mengaku masih sibuk dengan agenda pribadinya dan baru bisa hadir di Karawang pekan depan.(red)












