BaskomNews.com – Profesionalisme pelaksana dan pemantau dalam pelaksanaan Pemilu 2019 kembali dipertanyakan, yaitu dengan munculnya hasil pemilu yang dinilai tidak logis dari beberapa partai dan perolehan suara individu caleg.
Perwakilan dari Format, Wardi berpendapat, capaian hasil kinerja yang dilakukan oleh Bawaslu Karawang dengan hasil perolehan suara pemilu diduga ada beberapa perilaku menyimpang yang dilakukan oleh oknum di lembaga Bawaslu Karawang.
Padahal sejatinya, Pemilu harus berasaskan jujur, adil, langsung, Umum, bebas dan rahasia. “Saya menilai adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh Bawaslu selaku pihak pemantau bila dibandingkan dengan hasil capaian sementara pemilu”, kata Wardi, Rabu (26/6/2019).
Wardi juga mengaku, jika pihaknya mencurigai dan menduga ada aliran ‘dana haram’ yang masuk ke Bawaslu Karawang, baik secara pribadi ataupun secara terstruktur dari masing-masing kandidat, dengan maksud dan tujuan untuk memberikan kelonggaran dalam hal pengawasan.
“Saya menduga ada aliran dana yang masuk ke Bawaslu secara pribadi dan struktur dari kontestan dengan maksud agar tidak terlalu melakukan pengawasan sebagaimana mestinya, pada saat pelaksaan pemilu diselenggarakan”, katanya.
Sebab, sambuing Wardi, hasil dalam penyelenggaraan Pileg tahun ini sangat tidak relevan, dimana beberapa partai mengalami lonjakan yang suara yang cukup tinggi.
“Ini sangat tidak logis dan tidak masuk akal, kita bisa lihat ada beberapa partai yang mendapatkan hasil lonjakan yang cukup tinggi dari hasil perolehan sementara”, timpal Wardi.
Wardi juga menjelaskan, bahwa Format akan mencari tahu atas dugaan adanya aliran dana ke Bawaslu dengan mengkomparasikan hasil lonjakan suara yang tidak signifikan tersebut. Terlebih, Format sempat melaporkan dugaan kecurangan caleg kepada Bawaslu Karawang pada 26 Mei 2019 lalu.(red)












