BaskomNews.com – Di akhir triwulan kedua pada Juni 2019, serapan APBD baru terserap sebesar 1,2 triliun atau sekitar 26,25 %. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, Hadis Herdiana, saat dimintai keterangan BaskomNews.com, di kantornya, Kamis (27/6/2019).
Menurut Hadis, anggaran yang terserap sampai saat ini bisa dikatakan lemah, jika parameternya adalah 100% anggaran dibagi jumlah 4 triwulan.
“Sebenarnya ini masalah klasik persoalan yang setiap tahun terulang. Ya bisa dikatakan lemah karena idealnya dua triwulan ini harus sudah mencapai 50%, sementara di penghujung triwulan kedua baru terserap 26,25 %,” tutur Hadis Herdiana.
Lebih lanjut Hadis menjelaskan, kondisi lemahnya serapan anggaran di triwulan kedua ini setiap tahun terjadi, karena proyek atau tender yang besar belum dilaksanakan. “Setiap tahun terjadi, proses lelang dari tender yang besar di dinas fisik belum selesai dilaksanakan, maka berdampak terhadap penyerapan anggaran,” paparnya.
Adapun beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang memiliki anggaran besar dan capaian serapan anggaran yang sudah terserap, Hadis menjelaskan, anggaran terbesar ada di Disdikpora dengan alokasi anggaran sebesar 1,3 triliun, namun baru terserap 381,5 miliar atau 27,87%.
Kemudian Dinas PUPR dengan anggaran sebesar 781,7 miliar baru terserap sekitar 8%, disusul Dinas Kesehatan dengan anggaran 486, 4 miliar sudah terserap 178,2 miliar atau 35,5%.
“Dinas PRKP sebesar 182,2 miliar baru terserap 28,4 miliar atau 15,7%. Sementara secara keseluruhan belanja daerah per bulan Juni 2019 sudah mencapai 1,2 triliun atau sebesar 26,25%,” tandasnya. (iql)






