BaskomNews.com – Semenjak dimulai pembangunannya pada Januari 2019 dan dilakukan simbolis peletakan batu pertama oleh Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana pada 1 Maret 2019, pembangunan Pasar Cilamaya di Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang dinilai tak menunjukan progres pembangunan yang signifikan.
Pasalnya, pada saat dilakukan peninjauan oleh Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) pada Jumat (28/6/2019), pembangunan Pasar Cilamaya yang dikerjakan oleh PT. Barokah Putra Delapan ini baru menunjukan 5% progres pekerjaanya. Padahal, pembangunan Pasar Cilamaya dengan anggaran lebih dari Rp 46 miliar tersebut ditarget dua tahun pembangunan selesai.
Melalui kesempatan kunjungannya ke pembangunan Pasar Cilamaya, Kang Jimmy menilai jika PT. Barokah Putra Daerah diduga bukan merupakan investor yang cukup modal. Pasalnya berdasarkan keterangan para pedagang sekitar, investor malah meminta uang muka (Down Payment) sebesar 30% kepada para pedagang.
“Sepertinya investor tidak punya cukup modal. Soalnya malah minta 30% uang muka kepada pedagang. Pembangunanya juga baru sekitar 5%,” tutur Kang Jimmy, kepada BaskomNews.com.

Atas persoalan ini, Kang Jimmy menegaskan, jika ia tidak mau para pedagang menjadi korban atas persoalan kekurangan modal investor dalam pembangunan Pasar Cilamaya ini. Kang Jimmy juga mengaku akan memanggil dinas terkait untuk menjelaskan progres Pasar Cilamaya.
“Saya belum hapal persoalannya kenapa investor seperti ini bisa dipilih. Saya hanya tidak ingin pedagang yang jadi korban dengan harus membayar uang muka 30%. Tunggu saja nanti tanggal mainnya. Siapapun pemborong nakal akan berhadapan dengan saya,” tegas Kang Jimmy.
Sementara itu, saat BaskomNews.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Disperindag Karawang Widjodjo, dengan alasan ‘supaya lebih jelas’, yang bersangkutan seperti tidak ingin dimintai keterangan via telpon. Widjojo menjanjikan baru bisa bertemu dengan BaskomNews.com pada hari kerja untuk memberikan keterangan.
Namun untuk diketahui, pembangunan Pasar Cilamaya ini memiliki luas lahan 13.750 meter persegi. Dengan luas bangunan sekitar 5.047 meter persegi, serta sisa lahan seluas 8.703 meter persegi untuk dibuat fasilitas umum.
Adapun jumlah kios yang akan dibangun di Pasar Cilamaya yaitu sebanyak 630 kios. Jumlah pedagang eksisting sebanyak 296 dan Pedagang Kali Lima (PKL) sekitar 300 orang. Dengan nilai investasi Rp 46 miliar lebih, pembangunan Pasar Cilamaya oleh PT. Barokah Putra Daerah ini ditarget selesai dalam jangka waktu 2 tahun.(red)








