Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Bocah Obesitas 7 Tahun Ini Bisa Habiskan 9 Piring Nasi Setiap Harinya

Satia Putra, bocah obesitas berusia 7 tahun yang bisa menghabiskan 9 piring nasi setiap harinya.
banner 468x60

BaskomNews.com – Setelah viral mengenai kabar Arya Permana (13), bocah obesitas asal Kecamatan Tegalwaru yang berat badannya mencapai 190 kg, kini publik Karawang kembali menyorot kabar mengenai bocah obesitas asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Satia Putra, bocah laki-laki berusia 7 tahun ini bisa menghabiskan 8 hingga 9 piring nasi dan lauk pauk setiap harinya, belum termasuk cemilan. Satia disebut-sebut mengalami obesitas ekstrem. Karena diusianya yang masih terbilang kanak-kanak, berat badan Satia mencapai 97 kg, setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan berat badan sampai 100 kg.

banner 336x280

Setiap harinya Satia doyan mengkonsumsi ikan dan telur. Saat tidur malam, Satia selalu terbangun hanya untuk meminta makan kepada orangtuanya. “Setiap jam 12 malam dia sering minta makan. Kalau enggak dikasih marah-marah,” ucap Sarli (50), ayah kandung Satia Putra, kepada awak media, Senin (1/7/2019).

Dengan berat badannya yang mencapai 97 kg, Satia jarang bermain seperti anak-anak pada umumnya. Satia diketahui jarang bergerak, sehingga kebiasaannya setiap hari hanya menonton televisi. “Satia jarang main. Tiap hari hanya duduk nonton televisi di warung,” katanya.

Menurut Sarli, berat badan anaknya tersebut mulai mengalami kenaikan drastis semenjak disunat pada usia 3 tahun. Nafsu makan Satia kian tidak terkontrol, hingga akhirnya berat badan Satia menyulitkan saat akan mengambil posisi tidur.

“Tidurnya harus sambil duduk, terus punggungnya diganjal bantal. Kalau terlentang dia suka sesak nafas. Saya sedih apalagi kalau dia merengek sulit tidur,” timpal Sarli.

Seperti pada bocah umumnya, diusianya yang ke 7 tahun ini Satia memiliki keinginan untuk mulai masuk Sekolah Dasar di tahun ajaran 2019-2020. Namun karena tidak ada baju seragam merah putih yang pas untuknya, orangtua Satia sampai harus membeli kain dan menjaitkan baju seragam khusus bagi Satia.

“Kami terpaksa harus membuat sendiri baju seragam Satia,” tutur Komariah, ibu kandung Satia.

Dengan berat badannya yang tidak normal, orangtua Satia mengaku sampai saat ini anaknya tersebut belum pernah diperiksa ataupun berobat dengan alasan keterbatasan ekonomi. Padahal jika ada biaya untuk berobat, orang tua satia berharap bobot badan anaknya bisa normal kembali.

“Keinginan sih seperti anak pada umumnya, takut dia (Satia) minder saat sudah masuk sekolah. Namun karena keterbatasan biaya, Satia belum pernah diperiksa secara medis,” tadas Komariah. (red)

banner 336x280