“Temen-temen yang punya medsos tolong viralkan, hari ini kita sangat kecewa dengan Bupati Karawang,”
BaskomNews.com – Tak kunjung bisa menemui Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana untuk menyampaikan tuntutan aksinya, ribuan massa buruh memblokir gerbang kantor Pemkab Karawang sampai 10 jam lebih lamanya, Selasa (2/7/2019).
Berdasarkan pantauan BaskomNews.com di lokasi, sekitar pukul 10.00 WIB, massa aksi buruh yang terdiri dari PPMI, SPSI, KASBI, SPMI, serta beberapa elemen buruh lainnya terlihat mulai berdatangan di depan gerbang kantor Pemkab Karawang.

Situasi kemacetan lalu lintas saking banyaknya massa buruh membuat aparat kepolisian yang berjaga menutup akses jalan Ahmad Yani di depan kantor Pemkab Karawang untuk menjadikan satu jalur.
Aksi demonstrasi buruh ini membawa beberapa tuntutan. Diantaranya, meminta Bupati Cellica segera menandatangani penetapan UMSK 2019 untuk segera direkomendasikan ke Gubernur Jawa Barat, meminta pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, serta minta pencabutan Pemenaker Nomor 15 tahun 2018 tentang upah minimum.

Dalam beberapa kesempatan orasinya, pimpinan aksi buruh menegaskan, jika massa aksi tidak akan pernah membubarkan diri sampai dengan bisa menemui Bupati Cellica atau mendapatkan kepastian kabar dari Bupati Cellica bahwa esok atau lusa Bupati bersedia menandatangani tuntutan buruh, khususnya mengenai persoalan penetapan UMSK 2019.
Karena menurut orator aksi, tuntutan ini sudah disampaikan sejak Januari 2019 lalu, namun tak kunjung direspon dengan baik oleh Bupati Karawang sampai saat ini.
Sekitar pukul 13.00 WIB, sebenarnya beberapa perwakilan mediator massa aksi berkesempatan menemui beberapa pejabat Pemkab Karawang. Namun hasil mediasinya berbuah nihil. Mereka tak kunjung mendapatkan kabar mengenai keberadaan Bupati Cellica.
“Perwakilan mana perwakilan, kabar dari dalam gimana. Teh celli mau pulang gak. Kalau enggak kasih tahu sekalian bilangin gak usah pulang,” teriak salah seorang orator aksi.

Kembali berdasarkan pantauan BaskomNews.com di lokasi, sekitar pukul 17.00 WIB, massa buruh yang terlihat kesal menunggu kedatangan Bupati Cellica terlihat mulai emosional. Massa aksi buruh mulai mencoba merangsek masuk ke halaman Plaza Kantor Pemkab Karawang.
Ketegangan massa aksi dengan aparat kepolisian yang berjaga sempat terjadi. Yaitu disaat massa buruh mencoba menggedor-gedor gerbang kantor Pemkab Karawang untuk meminta segera dibuka. Dengan sigap, aparat kepolisian yang mengamankan aksi buruh ini meminta agar massa aksi tidak merusak fasilitas negara.
“Temen-temen yang punya medsos tolong viralkan, hari ini kita sangat kecewa dengan Bupati Karawang. Tapi yang perlu ditegaskan, hari ini kita butuh tandatangannya bupati. Makanya temen-temen yang lain arahkan temen-temen yang baru pulang kerja untuk datang ke sini,” teriak orator aksi buruh lainnya.

Sementara itu dalam orasinya, orator aksi dari PPMI, Ustadz Helmi menyampaikan kekecewaanya. Menurutnya, dulu sebelum dipilih, Bupati Cellica terlihat merupakan sosok pemimpin yang berani dan luar biasa. Tapi setelah dipilih rakyat menjadi Bupati, kenapa Bupati Cellica menjadi pengecut.
“Kita berbondong-bondong ke sini karena teringat ketika ibu-ibu eta (Cellica, red) ngomong. Bagaimana ngomongnya?. Karawang… Karawang, Teh Celli… Teh Celli. Sekarang giliran kita ngoming Ibu Cellica, kamana ibu cellica, jawabannya apa, kabuuuuuuur. Padahal kita sudah dua kali datang ke sini. Dari januari sampai sekarang sudah meminta, sudah berapa bulan coba,” kata Ustadz Helmi dalam orasinya.
Sampai dengan pukul 18.00 WIB, massa aksi buruh terlihat masih bertahan di depan kantor Pemkab Karawang. Mereka berjanji tidak akan membubarkan diri sebelum mendapatkan kepastian dari Bupati Cellica.(red)








