Informasi Berita, Menarik dan Terhangat
Daerah  

Dokter Sarankan Satiya Jalani Program Diet, Tapi…?

Saat kesempatan dikunjungi awak media, Satiya Putra sedang jajan somay, Jumay (5/7/2019). (foto dok)
banner 468x60

“Kini berat badan Satiya sudah 101 kg. Dokter menyarankan untuk program diet,”

BaskomNews.com – Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Karawang pada Rabu kemarin (3/7/2019), dokter menyarankan agar bocah obesitas dengan berat 101 kg Satiya Putra (7) menajalani program diet.

Namun demikian, berdasarkan keterangan orangtua Satiya, anaknya tersebut sepertinya sulit untuk melakoni program diet. Pasalnya, setiap kali Satiya minta makan dan orangtuanya tidak memberikan atau membatasi makanan, Satiya selalu ‘ngamuk’ sampai menangis minta makan.

banner 336x280

Terlebih, setiap harinya Satiya sudah terbiasa menghabiskan 4 hingga 5 porsi makanan, di luar kebiasaanya yang suka minta jajan dan ngemil makanan ringan. “Kini berat badan Satiya sudah 101 kg. Dokter menyarankan untuk program diet,” tutur Sarli (50), ayah kandung Satiya Putra.

Untuk diketahui, bocah obesitas asal Dusun Cilempung Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang lahir dari keluarga sederhana. Mata pencaharian orangtua hanya mengandalkan biaya hidup dari hasil berjualan ikan bakar hingga makanan dan minuman ringan.

Bersama orangtuanya, Satiya tinggal di tepi Pantai Tanjung Baru Cilamaya Kulon. Anak bungsu dari empat bersaudara ini menderita obesitas sejak umur 5 tahun. Pola makan yang berlebihan membuat berat badan Satiya terus bertambah.

Saat kesempatan dikunjungi awak media pada Jumat (5/7/2019), kehidupan keluarga Satiya memang sangat sederhana. “Sekarang warung lagi sepi, wisatawan yang datang ke Pantai Tanjungbaru mulai berkurang. Katanya karena akses jalan menuju ke sini jelek,” kata Sarli, saat berbincang dengan awak media.

Disinggung mengenai rujukan RSUD Karawang yang akan membawa Satiya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Sari mengaku jika pihak keluarga sudah setuju, asal anaknya tersebut tidak dioperasi. Namun demikian, sampai saat ini pihak keluarga masih harus menunggu proses pembuatan kartu BPJS.

“Kita masih berharap agar berat badan Satiya ini kembali normal seperti anak-anak pada umumnya. Keluarga setuju untuk dibawa ke RSHS, asal tidak dioperasi. Kasian masih kecil, apalagi nanti Satiya mulai masuk sekolah,” tandas Sarli.

Di tempat terpisah, Humas RSUD Karawang, Ruhimin menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan serta pemeriksaan dengan mendatangi langsung ke rumah Satiya. “Kita juga sudah mempersiapkan surat rujukan ke RSHS Bandung untuk Satiya. Jika pihak keluarga bersedia dirujuk, Pemda Karawang akan memfasilitasi semua biaya selama di RSHS Bandung,” kata Ruhimin.(red)

BACA SEBELUMNYA : Satia akan Dirujuk ke RSHS Bandung, Ortu Berharap Anaknya Tak Dioperasi

banner 336x280