Informasi Berita, Menarik dan Terhangat

Wabup Jimmy Minta Ketegasan kepada Pertamina, Pasca Dua Pekan Insiden Pipa Bocor

Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari.
banner 468x60

BaskomNews.com – Hampir dua pekan insiden bocornya pipa Pertamina yang mencemari laut Utara Karawang masih jadi perbincangan hangat sampai saat ini. Pasalnya, insiden ini bukan hanya menyebabkan pencemaran laut, bibir pantai dan tambak ikan warga sekitar. Melainkan juga mengancam kesehatan dan keselamatan warga atas limbah minyak yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Sudah 18 hari pasca kejadian, Wakil Bupati Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari (Kang Jimmy) menegaskan kepada Pertamina untuk memberikan kepastian sampai kapan persoalannya bisa selesai ditangani Pertamina. Kepastian ini harus didapatkan Pemkab Karawang, agar masyarakat khususnya para nelayan dan petani tambak bisa kembali hidup normal.

banner 336x280

“Ada 29 kapal yang diturunkan Pertamina untuk membersihkan limbah yang menyebar di laut. Dan ada 800 relawan yang dikerahkan Pertamina bersama warga, pemerintah desa, aparat polri dan TNI untuk membersihkan limbah di bibir pantai dengan cara manual. Ada 5 pantai yang tercemar limbah minyak. Sampai sekarang pembersihan masih berlangsung,” tutur Kang Jimmy, saat diwawancarai TVOne, Senin (29/7/2019).

Ditegaskan Kang Jimmy, pembersihan limbah minyak di laur dan bibir pantai ini penting dilakukan, mengingat limbah yang ada beracun dan berbahaya. Hanya saja ditegaskan Kang Jimmy, Pemkab Karawang butuh kepastian sampai kapan persoalan ini selesai ditangani Pertamina.

“Kami pemerintah daerah perlu mempertanyakan kepada Pertamina, sampai berapa lama ini semua selesai. Karena kami butuh kepastian. Untuk mengantisipasi semua ini harus dipastikan bahwa masyarakat Karawang bisa kembali hidup normal. Apakah 15 hari, apakah 30 hari atau berapa lama, sampai kemudian persoalan pencemaran ini bisa diantisipasi sampai kembali normal,” tegas Kang Jimmy.

Ditambahkan Kang Jimmy, dampak bocornya pipa Pertamina ini sangat terasa sekali, khususnya bagi warga sekitar dan nelayan. “Sekali lagi kami sampaikan limbah ini beracun dan berbahaya. Bukan hanya minyaknya yang berbahaya, tetapi pasca minyak ini ada dipinggiran pantai, pasir laut itu sendiri menjadi berbahaya,” kata Kang Jimmy.

“Ini bukan hanya berbahaya bagi ikan, undang dan lain, tetapi sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kami minta kepada Pertamina untuk bisa memastikan berapa lama sebetulnya penanganan ini, agar kita kembali bisa hidup normal, sampai kemudian masyarakat dapat ganti rugi dari kerugian-kerugian yang terjadi. Kerugian tambak, kerugian tidak melaut, sampai kerugian-kerugian yang lainnya,” timpal Kang Jimmy.

Disinggung apakah ada dampak yang mengganggu kesehatan masyarakat, Kang Jimmy kembali menegaskan ‘ada’. Karena sampai saat ini Kang Jimmy sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait limbah polusi udara yang mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

“Soal kesehatan, yang banyak laporan yaitu akibat tercemarnya polusi udara itu sendiri, bau menyengat. Tambak-tambak ikan mati, sangat membahayakan bagi pemiliki tambak, masyarakat dan anak-anak di sekitar tambak,” tandas Kang Jimmy.

Inilah tumpukan limbah minyak Pertamina yang dikumpulkan di halaman kantor Desa Cemarajaya, Senin (29/7/2019).

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media di Pantai Sungaibuntu Kecamatan Pedes dan Pantai Cemarajaya Kecamatan Cibuaya, Senin (29/7/2019) tidak ada aktivitas pembersihan atau pengangkatan limbah minyak yang mencemari bibir pantai dengan cara menual memasukannya ke dalam karung.

Pasalnya, aktivitas pembersihan limbah minyak dihentikan sementara, dialihkan ke kegiatan pemindahan limbah minyak yang sudah dimasukan ke dalam karung untuk diangkut dan di tumpuk di halaman kantor-kantor desa setempat.(red)

BACA SEBELUMNYA : Masih Tercemar Minyak Pertamina, Pantai di Karawang Utara Sepi Pengunjung

banner 336x280